Megapolitan

Puluhan Ribu Warga Belum Lakukan Perekaman e-KTP

Redaktur: Syaripudin
Puluhan Ribu Warga Belum Lakukan Perekaman e-KTP - Megapolitan

Ilustrasi Foto

INDOPOS.CO.ID - Jumlah warga Kota Bekasi yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) masih cukup tinggi. Saat ini, masih ada 28.744 warga yang tinggal di daerah itu yang belum melakukan perekaman.

Kecamatan Bekasi Timur menjadi daerah yang paling banyak warganya yang belum melakukan perekaman kartu kependudukan tersebut. ”Kami masih kejar warga yang belum melakukan perekaman,” terang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi Taufik Rachmat Hidayat, Rabu (3/4/2019).

Dia juga mengatakan, perekaman e-KTP itu akan terus dilakukan hingga pencoblosan Pemilu 2019. Taufik menambahkan, pihaknya masih mengupayakan jemput bola guna proses percepatan perekaman bagi warga yang belum memiliki e-KTP.

Untuk diketahui, jumlah warga wajib e-KTP di Kota Bekasi mencapai 1.748.434 orang dari jumlah total penduduk daerah itu yang mencapai 2.436.577 orang. Dikatakan Taufik juga, mayoritas warga yang belum melakukan perekaman e-KTP adalah pelajar.

Yakni, warga yang baru beranjak usia 17 tahun pada 2018 akhir atau 2019 awal. ”Karena itu, target jemput bola kami menyasar sekolah,” terangnya juga. Upaya jemput bola itu, dikatakan Taufik juga, petugas membawa mesin rekam agar warga bisa melakukan perekaman.

Hanya saja, untuk pengambilan e-KTP yang sudah jadi hanya bisa dilakukan di kantor kecamatan tempat domisili warga atau diantar oleh petugas kecamatan setempat ke tempat tinggal warga pemilik e-KTP tersebut.

”Sekarang kalau e-KTP sudah jadi kami bisa antar, atau kalau warga mau ambil sendiri boleh, yang paling penting sekarang perekamannya dulu, jangan sampai tidak bisa ikut Pemilu,” katanya.

Bedasarkan data yang diperoleh koran ini, jumlah warga yang belum merekam e-KTP terbanyak tinggal di Kecamatan Bekasi Timur sebanyak 5.680 orang. Lalu, Bekasi Utara 3.977 orang, Bekasi Barat sebanyak 3.609 orang dan Pondok Gede ada 3.362 orang.

Lalu, Pondok Melati terdata 3.276 orang, Bantargebang sebanyak 2.613 orang, Jatisampurna tercatat 2.526 orang, Jatiasih sebanyak 1.212 orang, Bekasi Selatan 985 orang, Medan Satria ada 835 orang, Rawalumbu ada 349 orang dan Mustikajaya 320 orang.

Sementara itu, Sekretaris Disdukcapil Kota Bekasi, Jamus Rasidi mengatakan, angka warga wajib e-KTP di Kota Bekasi terus berubah dalam itungan hari. Sebab, ada saja satu orang warga di Kota Bekasi masuk usia 17 tahun tiap harinya. ”Misalnya kemarin belum 17 tahun, sekarang sudah, kan jadi bertambah tiap hari,” katanya.

Jamus mengatakan, selain warga yang baru berusia 17 tahun, warga yang belum memilik e-KTP di lembaga pemasyarakatan Kelas 2A Bulak Kapal juga bertambah. ”Jadi warga yang belum merekam e-KTP selalu ada setiap hari. Kita selesaikan satu persatu hingga pencoblosan Pemilu 2019 ini,” tandasnya. (dny)

Berita Terkait

Megapolitan / 91 Tahanan Kehilangan Hak Pilih

Daerah / Tambah Hari Pelayanan e-KTP

Nasional / Jelang Pemilu, Kejar Target Perekaman

Megapolitan / 109 Warga Asing Miliki NIK

Megapolitan / Setahun, 17 Ribu Warga Bekasi Menikah di Ibu Kota


Baca Juga !.