Kementerian ESDM Apresiasi Pameran Teknologi Panel Surya

indopos.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi digelarnya pameran teknologi panel surya terbesar se-Asia Tenggara di Hall D1, JiExpo Kemayoran Jakarta. Pasalnya, pameran yang diselenggarakan oleh PT Global Expo Management,  Kamis (4/4/2019) hingga 6 April 2019, ikut membantu memasyarakatkan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Dalam acara tersebut akan dipamerkan produk dan inovasi di bidang panel surya. Kemudian smart lighting dan EBT. Selain itu juga akan hadir pakar-pakar profesional yang membahas perkembangan solar market di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Aneka Industri Energi Baru dan Energi Terbarukan, Ditjen EBTKE kementerian ESDM, Harris mengatakan  ada banyak hal yang terkait dengan energi. Misalnya energi terbarukan. Indonesia sudah meratifikasi Paris Agreement. Yakni suatu protokol bertujuan menjaga bumi tidak rusak akibat aktifitas manusia. Seperti juga karena climate change.

“Dengan membakar energi fosil seperti  gas, minyak, itu menyebabkan terjadinya pemanasan global. Yang berujung kepada perubahan iklim. Karena kita berbuat sesuatu yang membuat bumi jadi gitu, kita juga perlu berbuat sesuatu untuk mengurangi pemanasan global. Misal dengan Energi Baru dan Terbarukan,” ujar Harris saat membuka pameran di  Hall D1, JiExpo Kemayoran Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya, Indonesia berkomitmen terhadap protokol tersebut. Untuk menurunkan gas rumah kaca sebanyak 29 persen pada 2030. “Caranya dengan menggunakan EBT. Saat ini  23 persen EBT ini yang sekarang kita upayakan. Acara pameran ini mendukung tercapainya target pemanfaatan EBT,” ujar Harris.

Saat ini kata dia, Indonesia masih menggunakan energi fosil  sekitar 91 persen. Batubara paling banyak, kemudian migas. Karena cadangan BBM itu berkurang,  peran energi yang terbarukan dan berkelanjutan semakin penting.

“Kita punya banyak EBT seperti, angin, matahari, air dan sebagainya  dengan jumlah banyak. Itu belum dimanfaatkan secara maksimal. Baru 10 persen,” ujar Harris. Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya ingin Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terus dikembangkan. Pada 2025 diharapkan ada 6500  PLTS.

“PLN saat ini dan swasta, sekitar 66 ribu MW. Jadi kalau nanti 6500 PLTS dibangun akan bagus. PLTS nanti juga akan ada IPP. Dibangun swasta, listrik di jual ke PLN,” jelas Harris. Saat ini kata dia, juga sudah ada Peraturan Menteri ESDM nomor 49/2012 tentang penggunaan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap, oleh konsumen PLN. 

“Setiap konsumen PLN diperkenankan memasang PLTS di rumahnya masing-masing. Atau di kantor  untuk mengurangi tagihan listrik. Kami yakin PLTS akan banyak dikembangkan. Membangunnya juga mudah dan harganya juga kompetitif,” pungkasnya.

Sementara itu,  Penyelenggara Pameran, PT Global Expo Indonesia, Baki Lee mengatakan pihaknya mendukung program pemerintah terkait pemanfaatan EBT. Ketua Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (APERLINDO), John Manoppo mengatakan, pameran yang menampilkan industri kelistrikan dan sebagainya, juga sekaligus undangan buat investor dalam dan luar negeri untuk berinvestasi. Selain perusahaan dalam negeri, perusahaan yang ikut pameran juga dari luar negeri. Seperti perusahaan dari China, Taiwan, Jepang dan sebagainya.

“Sekarang ini energi baru dan terbarukan terus dikembangkan oleh pemerintah,” pungkasnya. (mdo)

Komentar telah ditutup.