Megapolitan

14 Ribu Warga DKI Bayar Manual

Redaktur:
14 Ribu Warga DKI Bayar Manual - Megapolitan

TEROBOSAN - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat peluncuran sistem pembayaran pajak kendaraan online di Samsat Pancoran, Kamis (4/4/2019). Foto: Net

INDOPOS.CO.ID – Pajak kendaraan menjadi pendapatan asli daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sedikitnya 14 ribu warga DKI melakukan pembayaran pajak kendaraan secara manual.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, pembayaran pajak melalui sistem online tidak menjadi alasan wajib pajak menunggak pajak. ”Tidak ada alasan lagi untuk menunda pembayaran pajak. Kita sangat mendukung peluncuran sistem pembayaran pajak secara online,” ujar Anies Baswedan di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Anies yakin, peluncuran sistem pembayaran pajak secara online akan diikuti perpindahan wajib pajak dari manusal ke sistem online. Apalagi sistem ini wajib pajak tidak dibebani biaya dan efisien. ”Jadi wajib pajak cukup mendownload aplikasinya, tidak lagi harus mengantre dan lebih mudah” katanya.

Dia mengatakan, Samsat Online sudah ada sejak 2017 lalu, tapi baru diluncurkan secara nasional hari ini, Kamis (4/42019). Ini merupakan bentuk perubahan kemajuan teknologi di era digital yang dirasakan oleh masyarakat. Adanya Samsat Online tersebut juga menurut Anies, mempermudah pengelolaan dan adanya efisiensi dari pembayaran pajak daerah.

Karena, masih ujar Anies bagi Pemerintah Daerah (Pemda) pajak kendaraan bermotor adalah salah satu unsur terpenting.“Samsat online terobosan sepenuhnya untuk masyarakat. Pengelolaannya sangat efisien, efektif yang digagas sekarang, maka implikasinya bermanfaat bagi kita,” ucapnya.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Refdi Indra mengatakan, nantinya pembayaran pajak secara online ini akan mengantarkan bukti pembayarannya ke alamat rumah masing-masing. Sehingga tidak perlu lagi ke kantor Samsat. Karena tanda bukti pelunasan kewajiban pembayaran akan dikirim ke alamat wajib pajak. ”Selain pakai pos, wajib pajak bisa melihat bukti pelunasan melalui HP, biasanya akan dikirim melalui email,” katanya.

Indra menyebutkan, Samsat online diluncurkan pertama kali 2017 di tujuh provinsi di Indonesia. Kemudian secara bertahap pada 2018 Samsat online kembali diluncurkan di 17 provinsi. “Tahun ini Samsat online sudah diluncurkan di seluruh provinsi di Indonesia,” ungkapnya. (nas)

Berita Terkait

Megapolitan / Masih Koordinasi Nilai Pajak Bus Listrik

Megapolitan / Pelayanan Samsat Online Berlaku Nasional

Banten Raya / Mahasiswa Lebak Tolak Kenaikan PBB

Megapolitan / Tunggak Pajak, Mobil Dijual

Politik / Alasan PKS Bikin Janji Politik Selalu Singgung Pajak


Baca Juga !.