Nelayan Mamuju Masih Melarat

indopos.co.id – Mahasiswa di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat melakukan aksi unjuk rasa meminta pemerintah melindungi nelayan dan meningkatkan kesejahteraannya. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Lima Kota Mamuju, Sabtu (6/4/2019).

Mahasiswa menilai, nelayan makin terpinggirkan karena tidak mampu bersaing secara gagasan maupun ekonomi, sehingga mengalami kemelaratan. “Indonesia di kenal dengan negara maritim dan negara kepulauan, sebagian masyarakat Indonesia berprofesi sebagai nelayan, petambak dan petambak garam,” kata Irfan, koordinator Aksi Mahasiswa.

Baca Juga :

Kredit untuk Nelayan Naik 100 Persen

Menurut dia, sektor perikanan salah satu sektor yang sangat penting dalam mendorong pembangunan perekonomian nasional untuk kesejahteraan rakyat. Namun sektor perikanan tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah. Akibatnya, sektor perikanan makin terpuruk.

Karena itu, pinta Irfan, UU No 07/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan harus dilaksanakan pemerintah. Sehingga mencapai tujuan, yaitu kemandirian, kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.

Ia juga menilai, Kementerian Kelautan Dan Perikanan di Sulbar telah gagal. Pasalnya, banyak tempat pelelangan ikan yang tidak beroperasi, sehingga mempengaruhi pendapatan nelayan. Para pengepul bebas memainkan harga ikan.

“Kemandirian dan kesejahteraan nelayan harus diperhatikan pemerintah. Kami juga menuntut stop impor garam dan ikan, berdayakan petambak Sulbar dan berikan pendidikan kepada nelayan Sulbar,” kata dia.

Baca Juga :

Tuntutan lain para mahasiswa yakni, hentikan reklamasi pantai, turunkan BBM untuk nelayan, berikan alat tangkap modern untuk nelayan Sulbar, dan peningkatan sumber daya manusia, khususnya perempuan di pesisir pantai. (ant)

 

Komentar telah ditutup.