Internasional

Indonesia Curhat Diskriminasi Sawit di Uni Eropa

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Indonesia Curhat Diskriminasi Sawit di Uni Eropa - Internasional

BERJUANG- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.FOTO:IST

indopos.co.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memimpin delegasi Indonesia dalam lawatan resmi ke Markas Uni Eropa di Brussels, Belgia. Tujuannya untuk membahas persoalan diskriminasi atas produk kelapa sawit.

”Lawatan ini merupakan kerangka misi bersama negara-negara produsen sawit yang tergabung dalam wadah Dewan Negara Produsen Sawit (CPOPC),” ungkap Darmin Nasution (6/4/2019). Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan respon atas kebijakan Uni Eropa yang mengklasifikan produk kelapa sawit sebagai komoditas bahan bakar nabati yang tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi.

”Kebijakan diskriminatif itu telah diadopsi oleh Komisi Eropa pada 13 Maret 2019 dalam regulasi turunan (delegated act) dari kebijakan direktif energi terbarukan II atau RED II,” paparnya.  Dalam kunjungan selama dua hari ini, delegasi akan melakukan pertemuan dengan komisi, parlemen dan dewan eropa serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam rantai pasok industri sawit di Uni Eropa.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan sepuluh poin sikap atas langkah diskriminatif Uni Eropa terhadap komoditas kelapa sawit. Pemerintah juga telah menggandeng dunia usaha asal Uni Eropa melalui pertemuan dengan International Chamber of Commerce and European Union MNCs di Kementerian Luar Negeri pada 20 Maret 2019.

Dalam pertemuan itu, Darmin menegaskan hubungan baik antara Indonesia dan Uni Eropa yang terjalin sejak lama, terutama dalam bidang ekonomi, seharusnya tetap dapat dibina dengan baik.

Delegasi ke Brussels ini terdiri atas Staf Khusus Kementerian Luar Negeri RI Peter F. Gontha dan Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Mahmud.

Kemudian, Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Rizal Affandi Lukman, Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan Pradnyawati, dan perwakilan asosiasi kelapa sawit nasional.

Selain itu, ikut hadir delegasi Malaysia dan Kolombia sebagai bagian dari wadah CPOPC yang diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Industri Utama Malaysia Dato Tan Yew Chong serta Duta Besar Kolombia di Brussel Felipe Garcia Echeverri.(ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / Uni Eropa Desak Gencatan Senjata di Libya

Internasional / Katedral Kebakaran, Uni Eropa Janjikan Bantuan

Nasional / Logistik Pangan Masih Buruk

Nasional / Indonesia Perjuangkan Sawit di ASEAN-Uni Eropa

Internasional / Minta UE Terapkan Aturan Ketat Terhadap China

Nasional / Peremajaan dan Pengelolaan Sawit Berkelanjutan


Baca Juga !.