Lifestyle

Gampang Marah? Berikut Penyebabnya

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Gampang Marah? Berikut Penyebabnya - Lifestyle

Ilustrasi marah Foto: net

indopos.co.id - Pernah marah? Tentunya, setiap manusia pernah marah. Itu manusiawi. Asal tahu saja. Setiap orang memiliki tingkat emosi yang berbeda. Bergantung masing-masing individu mengendalikan.

Nah, apa penyebab mudah marah? Dikutip dari laman doktersehat, marah merupakan emosi yang sehat seperti halnya menangis atau tertawa. Jika seseorang marah, penyebab mudah marah bisa karena kecewa, takut, tersinggung atau merasa terluka.

Namun, jika menemukan orang terdekat marah secara berlebihan, baiknya selidiki dulu. Dr. Helen Stokes Lampard dari Royal College of General Practitioners mengatakan, ada sejumlah kondisi medis dan obat-obatan yang menjadi penyebab seseorang emosi atau marah.

Di antara penyebab mudah marah adalah

1. Hipertiroidisme

Penyebab mudah marah dan emosi adalah hipertiroidisme yang terjadi karena kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid terlalu banyak. Kondisi ini biasanya banyak dialami para perempuan.

Menurut Dr. Neil Gittoes, seorang ahli endokrinologi di University Hospitals Birmingham and BMI the Priory Hospital, Birmingham, hormon tiroid memengaruhi sistem metabolisme. Ini akan meningkatkan kegelisahan, gugup, serta sulit berkonsentrasi. Ketika tiroid terlalu aktif, dapat menjadi alasan mengapa gampang marah dan mudah berteriak kepada anak-anak, suami, bahkan orang lain.

2. Obat kolesterol

Statin yang diresepkan sebagai obat kolesterol tinggi menimbulkan efek samping yang menjadi penyebab emosi pada seseorang hingga kehilangan kesabaran. Dalam sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Universitas California, statin akan membuat serotonin lebih rendah, yang menyebabkan peningkatan depresi dan kematian.

3. Diabetes

Seorang penderita diabetes yang kekurangan gula darah juga menjadi salah satu penyebab emosi. Ketidakseimbangan kadar gula pada tubuh dapat menyebabkan ketidakseimbangan serotonin dalam otak. Akibatnya, sesorang menjadi lebih agresif, kebingungan, mudah emosi, marah berlebihan, dan bahkan serangan panik.

4. Depresi

Depresi kemungkingnan menjadi penyebab marah yang sering dialami seseorang. Menurut Paulus Blenkiron, seorang psikiater di Bootham Park Hospital, New York, akibat depresi seseorang dapat merasa sangat mudah marah, gelisah serta menyebabkan perasaan tidak berharga, malu atau merasa bersalah

5. Autisme

Gangguan perkembangan ini bisa memengaruhi pertumbuhan otak secara normal serta keterampilan sosial dan komunikasi. Banyak hal yang menstimulasi sensorik dapat menjadi penyebab gampang marah dan meningkatkan kemarahan penderita autisme.

6. Alzheimer

Penyakit ini merupakan bentuk demesia atau kepikunan yang memengaruhi fungsi otak termasuk perilaku emosional dan kepribadian seseorang. Ini menjadi penyebab marah.

7. Obat tidur

Obat-obat tidur seperti benzodiazepin bekerja dengan memperlambat berbagai fungsi otak. Dengan pengurangan beberapa fungsi, obat tidur ini bisa menjadi penyebab emosi dan menambah kemarahan seseorang.

8. Sindrom pramenstruasi

Seringkali kita menebak bila perempuan mudah marah, tandanya dia sedang mengalami menstruasi. Ternyata mentruasi menjadi penyebab emosi pada perempuan.

Sindrom pramenstruasi (PMS) pada perempuan terjadi karena tidak seimbangnya hormon seperti estrogen dan progesteron. Perempuan menjadi lebih mudah marah tanpa alasan yang jelas. Menurut American College of Obstetrics and Gynecology, mood perempuan bisa berubah selama dua minggu terakhir siklus menstruasi atau dua minggu sebelum menstruasi.

9. Gejala menopause

Menopause adalah titik haid berhenti. Ini terjadi ketika ovarium berhenti membuat hormon yang menjaga siklus. Transisi ke menopause disebut peri-menopause dan dapat mencakup gejala seperti kepanasan (hot flashes) disertai keringat, berkurangnya siklus menstruasi dan fluktuasi suasana hati, yang terkadang menjadi penyebab marah.

Rasa panas biasanya mencapai sekitar 1 tahun setelah haid terakhir dan terakhir 4-10 tahun. Sebagian besar wanita berhenti mengalami hot flash 4 tahun setelah mereka mulai, tetapi 10 persen perempuan mungkin mengalami hot flash hingga 12 tahun setelah haid terakhir.

10. Insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur yang sangat umum yang mencegah seseorang untuk tertidur, saat tertidur, atau kombinasi keduanya. Kondisi ini dapat diatasi dengan obat dan perubahan perilaku.

Gejala yang timbul biasanya mengalami kelelahan, mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, sakit kepala ringan, insomnia. Insomnia membuat seseorang tidak cukup istirahat, maka tak heran bila gangguan tidur ini menjadi penyebab marah pada penderita insomnia.

Kira-kira kalau Anda pernah marah atau mudah marah, penyebabnya yang mana ya? (zul)

 

Berita Terkait

Daerah / Bayi Ini Lahir Tanpa Kulit Perut

Lifestyle / Ini Loh Manfaat Lain Minum Susu

Lifestyle / Jaga Bau Mulut Saat Puasa? Ini Caranya


Baca Juga !.