Persiapan Debat Pilpres Ke-V TKN Unggulkan Ekonomi, BPN Himpun Masukan Pakar

indopos.co.id – Masing-masing tim pemenangan Capres-Cawapres melakukan persiapan jelang debat Pilpres ke-V nanti. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengunggulkan tema tentang ekonomi. Sedangkan, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tengah menghimpun masukan para pakar. 

Wakil Ketua TKN Jokowi-Makruf, Arsul Sani mengatakan, ada hal-hal baru yang rencananya akan disampaikan debat ke-V Pilpres 2019. Debat kelima nanti akan mengangkat tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, perdagangan serta industri. Yang akan diunggulkan soal ekonomi.

“Saya kira kalau kita baca visi misi Paslon 01 kan ada beberapa hal yang baru, terutama kalau menjawab apa peran Pak Kiai Ma’ruf Amin ya, tapi sekali lagi ini kan akan sangat tergantung dari pertanyaan panelisnya nanti yang keluar, (yang akan dibahas itu, Red) yaitu kekuatan ekonomi keumatan,” ujar Arsul kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (9/4).

Ekonomi keumatan, kata politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, merupakan konsep yang selama ini dibawakan oleh Ma’ruf Amin. Secara teknis, kata Arsul, tidak ada perbedaan dari persiapan debat kelima ini dengan debat sebelumnya.

Meski demikian, lanjutnya, Jokowi-Ma’ruf harus mempersiapkan waktu khusus di sela kampanye akbar mereka. Jokowi biasanya akan berdiskusi dengan tim pada waktu senggangnya mengenai persiapan debat. Dalam waktu satu pekan sekali, Jokowi juga akan berkomunikasi dengan Ma’ruf Amin.

“Paling yang akan kami lakukan nanti dalam satu dua hari ini adalah simulasi debatnya,” imbuhnya.

Sebaliknya, Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said mengatakan, telah memulai persiapan debat kelima yang bakal mempertemukan pasangan Capres-Cawapres. Salah satu yang dilakukan adalah mengumpulkan masukan dari para pakar terkait tema yang bakal dibahas di debat.

“Kami sudah menghimpun masukan dari para pakar, praktisi, akademisi, dan politisi. Sesudah itu merumuskan poin-poin penting yang akan menjadi tawaran program Pak Prabowo-Sandi. Tentu semuanya mengacu pada rumusan visi-misi dan program kerja yang sudah disampaikan kepada KPU,” ungkapnya kemarin.

Dia mengatakan, tak ada pembagian tugas yang spesifik antara Prabowo dan Sandiaga saat debat nanti. Prabowo memahami masalah secara mendasar dan solusi strategisnya, sedangkan Sandiaga selaku pelaku ekonomi disebutnya memahami eksekusi.

“Tidak ada pembagian tugas yang kaku di antara keduanya. Nanti beliau berdua akan saling mengisi. Pak Prabowo memahami fundamental issue dan solusi strategisnya. Pak Sandi pelaku ekonomi yang paham detail eksekusinya. Jadi ini pasangan yang saling melengkapi dan saling memperkuat satu sama lain,” ujarnya.

“Siapa yang akan lebih banyak bicara, nanti tergantung situasi ketika debat berlangsung,” imbuh dia.

Selain itu, mantan menteri ESDM era pemerintah Jokowi ini menyebut Prabowo-Sandi tidak memiliki intensi menyerang dalam debat itu. Dia menyakini debat bukan ajang untuk saling menjatuhkan lawan. 

“Seperti debat-debat sebelumnya, Pak Prabowo dan Pak Sandi tidak punya intensi menyerang. Kalau ada yang harus diluruskan atau dipertanyakan mewakili hak publik, beliau akan lakukan secara proporsional. Kami berkeyakinan debat bukan arena untuk saling menjatuhkan, melainkan sarana penerangan dan pendidikan publik,” tutur Sudirman. (aen)

Komentar telah ditutup.