All Sport

Saya Lebih Bahagia ketika Bukan Seorang Presiden

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Saya Lebih Bahagia ketika Bukan Seorang Presiden - All Sport

Earvin ’’Magic” Johnson Foto: net

indopos.co.id - Di belantika olahraga, khususnya basket, siapa tak kenal Earvin ’’Magic” Johnson. Punya nama besar. Ini tak lepas dari ciamiknya menggocek bola basket. Penampilannya menyihir penonton. Aksi-aksinya membuat jantung berdegup kencang, kagum. Kebolehannya di lapangan basket, selalu ditunggu, terutama para penggemarnya.

Anda juga kenal kan? Dirangkum dari berbagai sumber, nama lengkapnya, Earvin Johnson. Lahir di Lansing, Michigan, Amerika Serikat,  Jumat, 14 Agustus 1959. Istrinya, Earlitha Cookie Kelly. Anak-anaknya adalah Andre Johnson, Earvin Johnson III, dan Elisa Johnson.

Basket melambungkan namanya. Johnson memperlihatkan kecintaannya dengan basket sejak kecil. Kepiawaiannya menonjol terendus waktu sekolah. Semasa SMA di Everett High School, dia mendapatkan julukan “magic” dari Fred Stabley, Jr., penulis olahraga dari Lansing State Journal yang menyaksikannya mencetak 36 angka, 18 rebound dan 16 umpan dalam satu permainan. Pada tahun terakhirnya di SMA, tim bola basket sekolahnya membukukan rekor 27 kali menang dan hanya 1 kali kalah.

Selepas SMA, dia memilih Michigan State University. Ambil komunikasi.  Di antara pertimbangannya, setelah pelatih tim basket universitas tersebut menjanjikan posisi point guard padanya. Padahal, awalnya, dia ingin menjadi komentator televisi. Tidak berminat berkarir sebagai pebasket profesional .

Setelah dua tahun kuliah, dengan rata-rata mencetak 17 angka, 7,6 rebound, dan 7,9 umpan dalam satu permainan, dan mengantongi gelar most outstanding player dari kejuaraan basket antaruniversitas 1979, dia masuk dalam daftar pemain Asosiasi Bola Basket Nasional (National Basketball Association, NBA). NBA adalah liga bola basket pria di Amerika Serikat. Ini disebut-sebut liga basket paling bergengsi di dunia. Johnson dipilih oleh Los Angeles Lakers pada NBA draft pilihan pertama, 1979.

Dia salah satu pelempar bola dan point guard terbaik dalam sejarah pertandingan NBA. Johnson bermain sebagai point guard di Los Angeles Lakers selama 13 musim kompetisi.

Segudang prestasi ditorehkan. Di antaranya menjuarai NBA dan dianugerahi NBA Finals Most Valuable Player Award pada musim pertamanya, 1979. Selain itu, memenangi 4 lagi kompetisi NBA dengan Lakers diera 1980-an. Pencapaian karir Johnson termasuk NBA MVP Awards, 9 kali tampil di NBA Finals, 12 All-Star Games, dan 10 kali nominasi All-NBA First and Second Team.

Tak hanya itu. Dia memimpin 4 kali the league in regular-season assists, dan the NBA's all-time leader assists per game,11.2. Johnson bagian dari United States men's Olympic Basketball Team 1992 (The Dream Team), yang meraih medali emas pada Olimpiade 1992 di Barcelona.

Di tengah masa keemasannya, hasil kesehatan yang diambilnya sebelum musim pertandingan 1991-1992 menunjukkan bahwa dia mengidap HIV positif. Selanjutnya, dia memutuskan pensiun.

Dalam perjalanannya, dia menjadi pembicara utama untuk Konferensi Hari AIDS Sedunia PBB pada 1999. Virus HIV kerap diasosiasikan dengan pengguna narkoba dan homoseksual. Tapi, dia berkampanye menunjukkan bahwa risiko infeksi tidak terbatas pada pengguna narkoba dan homoseksual saja. Tujuannya adalah membantu mendidik semua orang mengenai apa itu HIV sehingga tidak mendiskriminasi Ohida. Ohida adalah istilah orang yang hidup dengan ODHA. Orang dengan HIV positif (ODHA) sangat membutuhkan perhatian serta semangat dari orang-orang terdekatnya.

Pemilik tinggi badan 206 cm itu, melanjutkan aktivitasnya mendidik dan memberi penyuluhan agar tidak terkena wabah itu serta cara mencegahnya.

Meski demikian, hidupnya tak bisa dilepaskan dengan basket. Tentunya, bukan sebagai pemain lagi. Kabar terbaru, Earvin "Magic" Johnson mengumumkan mundur dari jabatannya sebagai presiden operasional bola basket Los Angeles Lakers pada Rabu (10/4/2019)  pagi WIB.  Itu sesaat sebelum timnya menjalani laga pamungkas musim reguler NBA di Staples Center, California, Amerika Serikat. Johnson mengaku keputusannya untuk mundur disebabkan ia tidak menikmati pekerjaan tersebut. "Saya lebih bahagia ketika saya bukan seorang presiden," kata legenda hidup Lakers tersebut. (zul)

 


 

 

Berita Terkait


Baca Juga !.