Persiapan Haji 2019, Kemenag Turunkan Tim Auditor di Jeddah

indopos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) menurunkan tim auditor Inspektorat Jenderal untuk pantau persiapan penyelenggaraan ibadah Haji 2019 di Kantor Staf Teknis Urusan Haji (TUH) Indonesia di Jeddah, Arab Saudi.  

Tujuan audit ini adalah untuk memberikan saran perbaikan dan rekomendasi kepada pejabat berwenang terkait perbaikan kinerja Kantor Staf Teknis Urusan Haji di Arab Saudi, agar pelaksanaan haji 2019 sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Melalui pesan singkat, anggota tim Auditor Itjen Kemenag, Djubaedah menyampaikan, selama di Jeddah tim auditor mengikuti beberapa proses kegiatan tim yang telah dibentuk untuk menyiapkan layanan kepada jemaah haji. ”Salah satunya, tim mengikuti kegiatan tim penyediaan katering untuk kasyfiyah (survey awal) ke dapur penyedia layanan katering di Arab Saudi yang telah mendaftar. Tim juga memantau saat proses negosiasinya,” kata Djubaedah, Rabu (10/04/2019).

Tim yang dipimpin oleh Inspektur Wilayah II Nur Arifin ini beranggotakan enam orang auditor, yaitu Lili Handajani, Opi Rofiuddin, Euis Rosmawati, Djubaedah, Siti Mutoharoh dan Farid Ma’ruf. Tim bertugas selama 14 hari, mulai 28 Maret sampai 11 April 2019.

Tim Itjen juga melakukan kunjungan ke Kantor Konsulat Jenderal RI di Jeddah. Dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal RI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin tim membahas perihal audit keuangan dan kinerja. ”Terutama dalam masa transisi dari BPIH ke DIPA, sehingga memerlukan penguatan penuh dalam pengelolaan keuangan. Sekaligus dibicarakan juga masalah yang menyangkut e-Hajj, terutama masalah pembayaran kontraktual,” jelas Djubaedah.

Menurut Staf Teknis Haji (STH) KJRI Jeddah Endang Jumali yang juga turut hadir pada pertemuan itu, membahas beberapa poin penting terkait kinerja dan pelayanan Kantor Teknis Urusan Haji. ”Pada pertemuan tadi dibahas tiga poin penting, diantaranya adalah pembahasan tentang struktur organisasi TUH untuk menambah fungsi umrah. Ini melihat dari pelayanan umrah yang semakin masif dan diperlukan sekali, sekaligus juga sebagai bentuk perlindungan warga,” kata Endang Jumali.

Selain itu, Endang Jumali juga juga menyampaikan point pembahasan lainnya terkait audit keuangan dan kinerja terutama dalam masa transissi dari BPIH ke DIPA, serta tentang perihal kontraktual pelayanan jamaah haji yang terkoordinasi pada system E-Hajj Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. (yay)

Komentar telah ditutup.