Megapolitan

Longsor Mengancam, Zona III Pembuangan Sampah Ditutup

Redaktur:
Longsor Mengancam, Zona III Pembuangan Sampah Ditutup - Megapolitan

MELUBER - Truk pengangkut sampah melintasi jalan yang digenangi air limbah akibat zona III TPA Sumurbatu di Kota Bekasi, longsor, Selasa (9/4/2019). Foto: Risky Andrianto/antara

indopos.co.id - Lokasi pembuangan sampah zona III di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, ditutup sementara. Penutupan zona III itu karena gunungan sampah longsor, Selasa (9/4/2019) dinihari. Akibatnya, tumpukan sampah menyumbat aliran Kali Asem.

Akibat sumbatan longsoran sampah itu, air Kali Asem meluber dan menggenangi akses lintasan truk yang hendak membuang sampah terganggu. Karena itu, lokasi pembuangan sampah zona III untuk sementara ditutup.

”Karena longsor, maka lokasi pembuangan zona III dialihkan ke zona V. Karena lokasi zona III akan segera dirapikan," terang Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Sumurbatu Masropah, Rabu (10/4/2019).

Masropah menambahkan, dugaan sementara penyebab longsornya zona III itu karena dipengaruhi intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari ini. Dampaknya, tumpukan sampah yang cukup tinggi longsor. ”Faktor alam kita tidak bisa kita hindari. Tapi untuk penanganan pencegahan longsor sudah kami lakukan," paparnya.

Selain itu, kata Masropah juga, pihaknya menyediakan enam ekskavator untuk merapikan kembali ceceran sampah. Dia mengklaim, Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) di setiap zona pembuangan sampah milik Kota Bekasia itu juga masih berfungsi. Hanya saja, saluran IPAS di zona III memang belum ada.

”Nanti akan kita buatkan sodetan untuk ke IPAS setelah itu akan dibuang ke Kali Asem setelah air lindi dinyatakan sesuai dengan baku mutu lingkungan," paparnya. Sejauh ini, kata dia lagi, total luas TPA Sumurbatu mencapai 21,5 hektare yang terdiri dari enam zona.

Keenam zona itu adalah zona I, II, III, IV, Va, Vb, Vc, Vd dan VIa. Dari enam zona itu pihaknya hanya membuka zona III untuk menampung sampah masyarakat Kota Bekasi yang masuk sebanyak 700-800 ton per hari. Sedangkan zona I dan II telah dinyatakan penuh, sehingga tidak dimungkinkan untuk dibuka.

Kemudian zona IV, V dan VI telah ditutup dan sekarang sudah menggunakan pelapis geomembran. "Tapi ada celah kosong di zona V, sehingga kami buang sementara di situ," kata Masropah lagi. Dia juga memastikan masih adanya genangan air setinggi 5-15 centimeter di sekitar zona III tidak berdampak pada proses bongkar muat sampah.

Selain itu, titik pembuangan sampah dialihkan ke zona V, lintasan yang digenangi air juga bukan satu-satunya akses untuk membongkar muatan sampah ke TPA Sumurbatu. ”Proses bongkar muatan sampah tetap berjalan, tidak ada kendala. Selain genangannya rendah, titik genangan juga bukan satu-satunya akses truk untuk bongkar muatan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Koalisi Persampahan Nasional, Bagong Suyoto mengatakan, kondisi TPA Sumurbatu, sudah darurat. Permasalahan jangka pendek yang ada di lokasi pembuangan itu adalah longsor. ”Akibatnya, sampah yang masuk ke Kali Ciketing dan Kali Aseng menutupi akses lintasan menuju ke TPA," katanya.

Bagong yang sehari-harinya tinggal tinggal di TPA Sumurbatu mengatakan, pemerintah daerah harus melakukan revitalisasi TPA Sumurbatu secepatnya. Termasuk upaya pembenahan secara menyeluruh pembangunan zona pembuangan sampah baru. ”Harus ada study terkait daya tampung TPA dan redesain yang melibatkan para ahli," tandasnya. (dny)

Berita Terkait

Megapolitan / Evakuasi Korban Longsor Dihentikan

Megapolitan / Penambang Ilegal, Masalah Utama Gunung Pongkor

Megapolitan / Sering Longsor, Gunung Sampah Ancam Kali Asem

Megapolitan / Sampah Longsor, Akses TPST Bantargebang Terganggu

Nusantara / Alat Berat Buka Akses Longsor Bakan Mongondow


Baca Juga !.