Ekonomi

Masyarakat Kini Dapat Membayar Kewajiban Perpajakannya di Bank Mandiri Taspen

Redaktur: Ali Rahman
Masyarakat Kini Dapat Membayar Kewajiban Perpajakannya di Bank Mandiri Taspen - Ekonomi

Launching Bank Persepsi, di kantor Pusat PT Bank Mandiri Taspen, Jakarta, Kamis (11/4/2019). Foto: Deri Ahirianto/INDOPOS

indopos.co.id - Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) resmi ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menjadi Bank Persepsi. Dengan begitu nasabah bank tersebut dan juga masyarakat umum dapat membayar pajak di Bank Mantap.

Adapun penunjukan Bank Persepsi menggunakan Modul Penerimaan Negara dengan menyediakan layanan bagi seluruh nasabah Bank Mantap. Baik nasabah korporasi maupun perorangan. Layanan Bank Mantap dalam menerima Setoran Penerimaan Negara dari wajib pajak menggunakan sistem Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua (MPN G2).

"Dengan adanya layanan ini, pensiunan dan ASN, dapat membayarkan pajaknya di Bank Mantap. Masyarakat umum juga bisa. Jadi Bank Mantap jadi alternatif buat mereka untuk membayar pajak," ujar Direktur Utama Bank Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Josephus K. Triprakoso, saat Launching Bank Persepsi, di kantor Pusat PT Bank Mandiri Taspen, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Lebih lanjut Josephus mengatakan, pihaknya mempunyai jaringan yang banyak. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 274 jaringan di 32 provinsi. Kami optimistis dapat membantu kelancaran proses perpajakan. Yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan kepatuhan dan pendapatan pajak negara," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Bank Mantap NurkholisMWahyudi menambahkan, penunjukan
Bank mantap menjadi Bank Persepsi adalah kepercayaan dari pihak Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Menjadi pihak yang aktif dalam kebijakan strategis untuk mendongkrak penerimaan negara.

"Untuk saat ini kami sedang mengembangkan layanan digital cash management. Para nasabah Bank Mantap dapat langsung bertransaksi pembayaran pajak. Menggunakan Cash Management tersebut, sehingga Wajib Pajak dapat membayar kewajiban perpajakannya tanpa perlu datang ke teller. Diharapkan layanan online tersebut dapat memberikan layanan yang optimal dalam penerimaan pajak negara," ujar Nurkholis.

Sampai dengan akhir bulan Maret 2019, total asset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 21,60 triliun. Atau tumbuh sekitar 40,7 persen. Sedangkan posisi dana pihak ketiga, mencapai Rp 15,82 triliun. Atau tumbuh sampai dengan 41,7 persen. Untuk penyaluran kredit berkisar Rp 16,77 triliun. Atau meningkat sampai 40,4 persen. Khusus untuk penyaluran kredit pensiunan sebesar Rp 15,31 triliun. Dengan persentase tumbuh 51,5 persen.

"Sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp 99,5 miliar. Atau naik sampai dengan 28,4 persen dari periode tahun sebelumnya," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Kas Negara, Kementerian Keuangan RI Didyk Choiroel berharap dengan penunjukan Bank Mantap sebagai Bank Persepsi, dapat mendukung target penerimaan negara. "Kami berharap Bank Mantap dapat berkontribusi sesuai komitmennya," pungkasnya. (dai)

 

 

Berita Terkait

Ekonomi / Sinergi Perkuat Laku Pandai

Ekonomi / Bank Mandiri Taspen Bertekat Naik Kelas 2021

Ekonomi / Bank Mantap Genjot DPK


Baca Juga !.