Bola Dunia

Bukan Salah Shaw

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Bukan Salah Shaw - Bola Dunia

Gelandang Barcelona Sergi Roberto (tengah) berhasil melewati bek Manchester United Luke Shaw (kiri) dan bek Manchester United Chris Smalling. Foto: Lluis Gene / AFP

indopos.co.id - Dalam dua pertandingan terakhir Manchester United selalu kalah. Pertama, takluk 1-2 dari Wolverhampton Wanderers (3/4). Kedua, kalah 0-1 di kaki Barcelona Kamis (11/4/2019) dini hari WIB. Kekalahan beruntun itu terjadi ketika United memakai tiga bek sebagai skema permainannya.

United boleh kalah satu gol dari Barca. Namun pelatih United Ole Gunnar Solskjaer masih melontarkan optimisme. Kesuksesan membalik situasi, dari kalah di kandang menjadi menjadi menang saat tandang lawan Paris Saint-Germain (PSG) di 16 besar, menjadi inspirasinya. “Kami bertanding melawan salah satu tim yang difavoritkan menang di turnamen ini. Kami akan pergi ke Camp Nou Rabu (17/4/2019) depan dengan memikul tantangan untuk menang,” ucap Solskjaer seperti dikutip ESPN.

Pelatih 46 tahun itu bahkan sama sekali tak mengambinghitamkan Luke Shaw meski menghasilkan kemenangan bagi Barca. Upaya Shaw menghalau bola sundulan Luis Suarez di menit ke-12 terkena bahunya dan malah masuk ke gawang kiper David de Gea. Shaw akan absen di leg kedua versus Barca karena mengkoleksi tiga kartu kuning sejauh ini.

Manchester Evening News memberikan apresiasi buat strategi Solskjaer yang memainkan tiga centreback untuk kedua kalinya secara beruntun di Liga Champions. Jika lawan PSG di Parc des Princes (7/3/2019) formasi itu sukses memberikan kemenangan 3-1 atas tuan rumah. Sayangnya eksperimen kali ini gagal.

Formasi 3-5-2 yang dimainkan Solskjaer jelas bertujuan memenangi bola di lini tengah atas Barca. Yakni trio Fred-Scott McTominay-Paul Pogba dibantu dua wingback Ashley Young dan Diogo Dalot. Versus Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Arthur.

Performa McTominay kemarin membuat publik Old Trafford makin cinta padanya. Pemain 22 tahun itu dengan tangguh melindungi tiga centreback. Selain itu McTominay juga membuat metronom Barca Sergio Busquets mati kutu.

Versi Whoscored, pemain Skotlandia itu diganjar nilai tertinggi diantara pemain United lain dengan angka tujuh. McTominay membuat satu tekel sukses, dua intersep, dan dua kali menang duel udara.

“Dari laga ke laga performa anak itu terus meningkat. Setiap hari dia datang ke sesi latihan dengan tingkah laku yang baik juga penuh semangat,” puji Solskjaer. “Hal itulah yang membuatnya kian berkembang setiap harinya,” tambah pelatih dengan persentase kemenangan 68,2 persen.

McTominay berhasil menunaikan tugas menggantikan Nemanja Matic yang cedera. Sebenarnya masih ada nama Ander Herrera dalam skuad United. Namun sikap Herrera yang menunjukkan ingin hengkang musim depan jadi pertimbangan khusus bagi Solskjaer.

Selain McTominay yang impresif, Manchester Evening News pun menuliskan kalau pergeseran Dalot dari wingback kanan ke kiri sudah tepat. Dalot dipasang di kiri buat melimitasi merangseknya bintang Barca Lionel Messi dari sisi kanan. Dan dari statistik UEFA, Messi dalam 15 menit pertama laga sangat minim bergerak di sisi kanan. Messi bergeser ke tengah di belakang Suarez. “Ole (Solskjaer, red.) sudah mengetahui apa yang harus dilakukannya pada leg kedua. Mulai dari pergeseran taktik sampai pemain-pemain mana yang dibutuhkannya,” tulis Manchester Evening News.

Di sisi lain, ESPN tidak menumpukan kekalahan tipis United oleh Barca ini pada lini belakang. Justru yang mendapat nilai terendah dari ESPN adalah penyerang United Romelu Lukaku. Lukaku sama sekali tak menunjukkan performa impresif. Selama 67 menit di lapangan sebelum digantikan Anthony Martial, penyerang Belgia itu sama sekali tak membuat tembakan! Malah tandemnya, Marcus Rashford adalah pemain yang paling banyak melepas tembakan. Yakni empat kali. Sayang tembakan Rashford tak satupun on target.

Solskjaer sepertinya juga mengacak kekuatan lini depannya. Trio pemain tercepat mereka, Rashford-Jesse Lingard-Martial baru bermain 15 menit terakhir. Masuknya Martial di menit ke-68 menggantikan Lukaku disusul Lingard menyubstitusi Dalot di menit ke-74 memberikan lini serang United lebih trengginas.

 “Kami harus terus mempercayai kalau kami bisa lolos. Ini adalah Liga Champions dimana semua hal bisa terjadi,” kata gelandang United Paul Pogba kepada L'Equipe. “Apa yang kami lakukan di Paris akan merasuki pikiran dan menakuti mereka,” tambah pemain berjuluk Il Polpo itu. (koc/ant)

Berita Terkait

Bola Dunia / Gaji Selangit, Prestasi Nol Besar

Bola Dunia / Selebrasi Itu Bikin Kesal Barcelonistas

Bola Dunia / Setelah Drama dan Air Mata

Bola Dunia / Spirit Italia Dalam

Bola Dunia / Rekor Menakutkan Tuan Rumah

Bola Dunia / Rekor Menakutkan Tuan Rumah


Baca Juga !.