Hukum

Hilangnya Bukti Pengaturan Skor Bola

Redaktur:
Hilangnya Bukti Pengaturan Skor Bola - Hukum

PELIMPAHAN - Para tersangka digiring menuju Biddokkes Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum pelimpahan berkas perkara di Jakarta, Rabu (10/4/2019). Satgas Antimafia Bola Polri melimpahkan 6 orang tersangka dan barang bukti terkait mafia bola ke Kejaksaan Negeri Banjarnegara setelah berkas perkara dinyatakan lengkap. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

indopos.co.id - Penyidik Satgas Antimafia Bola melimpahkan ke tahap kedua berkas mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono ke Kejaksaan Agung, Jumat (12/4/2019). Pelimpahan berkas tersangka pencurian, perusakan, dan penghilangan alat bukti dilakukan setelah polisi menerima surat pemberitahuan berkas lengkap atau P21.

Tim Jaksa Peneliti Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum menyimpulkan, berkas perkara Joko Driyono sudah lengkap (P-21), pada Kamis (4/4/2019). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, Joko Driyono diduga kuat terlibat dalam pengaturan skor bola.

”Untuk tersangka (JD) akan dilimpahkan berkas kasus perusakan barang bukti ke JPU Kejaksaan Agung. Besok (Hari ini,Red),” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Kasus lain itu terlihat dari upaya pria yang kerap disapa Jokdri, dalam merusak atau menghilangkan berkas sebanyak 75 item dokumen, baik Liga 2 maupun Liga 3 musim 2018 dari kantor PT LIB. Serta, bukti transfer pembayaran yang telah disegel oleh Satgas Antimafia Bola.

”Yang disampaikan ketua satgas itu ada keterkaitan dokumen itu. Tentunya dengan 75 item tersebut,” terang Dedi.

Sebelummya, enam tersangka yang akan diserahkan ke Kejaksaan Agung agar kasus tersebut segera disidangkan. Para tersangka itu berkaitan dengan laporan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Keenam tersangka itu yakni anggota Exco PSSI dan Ketua Asprov Jawa Tengah Tjan Ling Eng alias Johar. Mantan anggota komite wasit Priyanto dan anaknya Anik Yuni Artika Sari, Anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih. Dua orang lainnya adalah Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu dan wasit pertandingan Nurul Safarid.

”Kamarin, Laporan atas nama Lasmi sudah dilimpakan ke Kejaksaan Negeri Banjarnegara,” ungkapnya.

Diserahkannya beberapa berkas kasus pengaturan skor pada tahap selanjutnya, Satgas Antimafia bola sudah mulai menemukan titik terang. Ia berharap dengan dibongkarnya kasus pengaturan skor ini dapat menghentikan praktik terlarang Sepakbola Indonesia. Dia berharap, anak bangsa yang terpilih bisa semakin baju.

”Kita berharap dengan kerja sama seluruh stakeholder mencegah, jangan sampai ada pengaturan skor terjadi di sepak bola Indonesia ke depan. Kita berharap prestasi sepak bola meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, dua berkas perkara lainnya belum rampung. Dalam kasus ini, Joko Driyono dijerat Pasal 363 KUHP, Pasal 235 KUHP, Pasal 233 KUHP, Pasal 232 KUHP, Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (dan)

TAGS

Berita Terkait

Headline / Transaksi Keuangan Diaudit, Ada Tersangka Baru

Headline / PSSI Belum Bersikap, Tunggu Kepastian Status

Nasional / Cegah Pengaturan Skor Bola

Nasional / Selidiki Otak Penghancur Dokumen PSSI

Nasional / Penyidikan Nyaris Rampung

Nasional / Kantor Liga Indonesia Disegel


Baca Juga !.