Megapolitan

Terlibat Narkoba, Sipir Lapas Tangerang Dipecat

Redaktur:
Terlibat Narkoba, Sipir Lapas Tangerang Dipecat - Megapolitan

JARINGAN LAPAS - Petugas bersenjata larang panjang menjaga tiga tersangka pengedar narkotika jenis sabu yang ditangkap BNN Banten. Foto: Weli Ayu Rejeki/antara

indopos.co.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang memecat seorang sipir berinisal FD. Sanksi tegas itu diberikan kepada pegawai Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) karena terlibat sindikat peredaran narkoba jaringan lapas.

Kasubdit Pelayanan Tahanan Rehabilitasi, Lapas Klas I Tangerang Hanibal mengatakan pemberian sanksi berat itu karena aturan yang dilanggar juga berat. Dimana, tugas seorang sipir harus menjaga kemananan rutan dan lapas. Namun, justru sebaliknya FD melanggar aturan itu dan menjadi kurir narkoba.

”Pimpinan akan melakukan tindakan, bisa dipecat si FD itu. Kan sudah jelas instruksi bagi pegawai terkait kasus narkoba tidak ada ampun. Suratnya sedang dibuat dan akan dikirim ke Kanwil Kemenkumham Banten,” katanya saat ditemui di Lapas Klas 1 Tangerang, Kamis (11/4/2019).

Tak sampai disana, lanjut Hanibal, kesalahan terberat yang dilakukan FD yakni berani menerima permintaan seorang warga binaan memasukan narkotika golongan satu jenis sabu. Apalagi transaksi itu dilakukan saat sang sipir ini bertugas. Seharusnya FD menangkap dan mengusut peredaran narkoba yang terjadi di dalam lapas tersebut.

”Kalau FD sudah tau, seharusnya lapor ke pimpinan agar jaringannya ditangkap. Bila itu dilakukan, dia akan mendapatkan penghargaan. Ini malah ikut membantu aksi kejahatan," paparnya. Hanibal mengaku, sangat prihatin atas ulah yang dilakukan FD yang terlibat transaksi narkoba jenis kristal tersebut.

”Kami sudah sering ingatkan bagi sipir yang terlibat dalam permasalahan narkoba)akan ditindak secara tegas. Justru kami heran kenapa FD berani melanggar ini semua," imbuhya.

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten Brigjen Pol Tantan Sulistyana menuturkan, jajarannya berhasil membongkar peredaran sabu jaringan Lapas Klas 1 Tangerang pada 22 Maret 2019 lalu. Saat itu mereka menangkap tiga orang yang tengah bertransaksi sabu di area parkir lapas tersebut.

Mereka adalah AH, YS dan seorang sipir berinisial FD. ”AH dan YS sedang menunggu FD untuk mengantarkan paket sabu ke dalam lapas. Ada lima orang yang kami tangkap, dua lagi warga binaan berinisial MM dan HB," tuturnya. Hasil penyelidikan, kata Tantan, peran FD membawa masuk paket sabu milik HB dan MM yang
diantarkan AH dan YS.

Sabu itu dibeli dua warga binaan Lapas Klas 1 Tangerang dari seorang bandar di daerah Cianjur, Jawa Barat. Barang haram itu rencananya akan dierdarkan HB dan MM di Kabupaten/Kota Tangerang serta Tangerang Selatan.

Dari tangan FD, AH, YS dan HB, MM, disita barang bukti paket sabu 100 gram, tujuh unit handphone, uang Rp 1,3 juta, satu unit Toyota Avanza dan satu unit Honda Jazz. Kelima tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. (cok)

Berita Terkait

Hukum / KPK dan Kemenkumham Bahas Penyempurnaan UU Parpol

Megapolitan / BNN Sita 200 Kg Sabu

Megapolitan / Ringkus Pengguna Narkoba di Rumah Kontrakan

Megapolitan / Modus Family Gathering, Pesta Narkoba Digerebek

Megapolitan / Jaringan Narkotika Abu Ditangkap 

Megapolitan / Pengedar Jaringan Internasional Ditangkap


Baca Juga !.