Berburu Sunrise di Pantai Solong

indopos.co.id – Berada di ujung Pulau Jawa membuat Banyuwangi tampak spesial. Wisata pantai yang menyuguhkan pemandangan berlatar belakang Selat Bali menjadikan nilai tambah untuk pantai di sepanjang Banyuwangi, Jawa Timur. 

Ya, Banyuwangi memiliki bentangan pantai paling panjang di Indonesia. Banyuwangi sendiri mempunyai bentangan pantai sepanjang 175 kilometer, mulai dari ujung utara di perbatasan Kabupaten Situbondo, hingga ke Selatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Jember.

Maka tak heran, banyak spesies laut bisa ditemukan di wilayah pantai yang panjang ini. Salah satunya adalah penyu.

Binatang laut ini sering muncul di pantai-pantai yang ada di Banyuwangi. Penyu-penyu ini mendarat dan bertelur di sepanjang pantai. 

Salah satunya di Pantai Solong, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Di pantai ini pula, menjadi lokasi pertama matahari terbit. 

Karena pemandangan sunrise disana, banyak wisatawan lokal yang ingin melihat langsung keindahannya.

Pengalaman melihat langsung sunrise dari Pantai Solong pernah dirasakan Herning, seorang wisatawan asal Jakarta. ”Pemandangan pas sunrise itu bagus banget. Beruntung banget bisa lihat sunrise karena beberapa hari lalu ada teman yang kesini nggak bisa lihat sunrise karena mendung,” katanya, Kamis (11/4).

Selain Pantai Solong, yang jadi andalan di Banyuwangi adalah Pantai Cacalan, terletak di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Layaknya lukisan alam, Pantai Cacalan memang menawarkan sensasi yang berbeda dibanding pantai lainnya. 

Wisatawan dapat berjalan di atas pantai yang cukup luas dan saat air surut tiba. Wisatawan juga dapat melihat aneka biota laut disela-sela terumbu karang, sekaligus melihat pemandangan matahari terbit dari ufuk timur pulau Jawa ini. 

”Rata-rata wisatawan luar kota banyak yang berkunjung ke sini, seperti Jember, Bondowoso dan Situbondo. Apalagi akhir pekan dan hari libur, ramai sekali yang berlibur ke pantai ini,” kata Sekretaris Pokdarwis Pantai Cacalan Darmawan. (dew)

Komentar telah ditutup.