Kesra

Layanan Jemput Klaim untuk Peserta Terserang Stroke

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Layanan Jemput Klaim untuk Peserta Terserang Stroke - Kesra

JEMPUT-Petugas BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang melakukan jemput klaim kepada peserta yang mengalami stroke, Penggilingan, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2019).

indopos.co.id - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang melakukan pick me up service atau layanan jemput klaim pencairan Jaminan Hari Tua (JHT). Kali ini kepada Abdul Aziz, 53, peserta yang menderita stroke di wilayah Penggilingan, Jakarta Timur, Jum’at (12/4/2019).

Semenjak menderita penyakit stroke pada April 2018 berdampak cukup menggoyahkan perekonomian keluarga. Sedangkan anak semata wayangnya lagi sibuk lamar pekerjaan untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari keluarga. ”Dulu mah masih ditanggung perusahaan untuk berobat gak mau minum obat, sekarang sudah tidak ditanggung lagi mintanya berobat terus,” kata istri Aziz, Ema, 49, sembari berlinang air mata.

Menurutnya, sebelum menderita penyakit stroke seperti sekarang ini sudah ada gejala stroke ringan. Ema mengungkapkan, seluruh JHT tersebut akan digunakan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup di kampung halaman, Klaten, Jawa Tengah. ”Karena akhir bulan ini kita mau balik ke kampung,” kata Ema.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang Aris Setiawan mengatakan, layanan jemput klaim merupakan pengembangan layanan prima BPJS ketenagakerjaan. Sasarannya adalah para pesertanya yang berkebutuhan khusus untuk dilayani. Seperti Abdul Aziz, 53, merupakan tulang punggung keluarga.

Dikatakan, Abdul Aziz adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mendapatkan pelayanan pick me up service klaim Jaminan Hari Tua (JHT). Aziz sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan lebih kurang selama 19 tahun sejak April 2000 sampai dengan Februari 2019.

”Pick me up service klaim BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk memudahkan peserta yang tidak bisa datang ke kantor untuk mencairkan dana JHT dan Selama 19 tahun menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dia mendapatkan klaim JHT sebesar Rp 42,5 juta,” kata Aris.

Pelayanan pick me up service tidak hanya diberikan kepada peserta yang sakit saja, melainkan juga bagi peserta yang menjalani masa tahanan, peserta yang disabilitas dan peserta yang sudah tidak bisa bangun lagi dari tempat tidur.

Aris menambahkan untuk mendapatkan layanan Pick me up service klaim JHT, perwakilan keluarga bisa mewakili peserta untuk datang dan melapor atau mengajukan layanan ini ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. ”Setelah itu akan ada petugas dari BPJS Ketenagakerjaan yang mendatangi peserta untuk memproses pencairan klaim JHT tersebut,” cetusnya.(dni)

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.