Nasional

Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih 

Redaktur: Novita Amelilawaty
Kementan Gelar Operasi Pasar Bawang Merah dan Bawang Putih  - Nasional

Dirjen Holtikultura, Kementerian Pertanian,  bersama pelaku usaha, Sabtu (13/4/2019) menggelar operasi pasar bawang merah dan bawang putih, di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur. Itu dalam rangka pengamanan pasokan dan harga. Warga dan pedagang tampak antusias membeli dengan adanya operasi pasar tersebut. Foto Deri/ Indopos

indopos.co.id - Dirjen Holtikultura, kementerian Pertanian,  bersama pelaku usaha, Sabtu (13/4/2019) menggelar operasi pasar  bawang merah dan bawang putih, di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur. Hal itu dalam rangka pengamanan pasokan dan harga. 

Adanya operasi pasar tersebut mendapat sambutan antusias dari ratuan pembeli dan juga pedagang eceran. Mereka tampak antri untuk membeli bawang merah dan bawang putih.  Adapun bawang merah perkilo dijual Rp 20 ribu dan bawang putih Rp 18 ribu.

"Kami senang adanya operasi pasar. Sebab saat ini kami kalau beli bawang merah dan bawang putih,  dari pedagang besar memang agak mahal. Semoga dapat membantu menstabilkan harga," ujar Andi dan Surya, pedagang eceran di Pasar Induk Kramat Jati, Sabtu (13/4/2019).  

Sementara itu, Kasubdit Bawang Merah dan Sayuran Umbi, Dirjen Holtikultura, Kementerian Pertanian Agung Sunusi, mengatakan dengan adanya operasi pasar tersebut pihaknya meyakinkan konsumen, barang ada dan harga stabil. 

"Buktinya kita jual Rp 20 ribu untuk bawang merah dan Rp 18 ribu untuk  bawang putih," ujarnya di Pasar Induk Kramat Jati, Sabtu (13/4/2019).

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam operasi pasar tersebut, ada 7 ton bawang merah dan bawang putih, 3,5 ton, yang dijual ke masyarakat. Operasi pasar tersebut kata dia cukup efektif menstabilkan harga.

"Minggu lalu harga bawang merah Rp 35 ribu, sekarang sudah Rp 20 sampai 25 ribu per kilo. Ini menandakan operasi pasar bisa menjaga kestabilan harga," ujar Agung. 

Lebih lanjut dia mengatakan, hingga saat ini sudah lebih kurang 60 ton bawang yang digelontorkan. "Baik yang ada di Pasar Induk Kramat Jati maupun yang ada di Surabaya. 

Hari ini untuk bawang merah ada 7 ton, Bawang putih 3,5 ton. Ini bukti kita kerjasama langsung dengan mitra pemerintah, Yang mempunyai rasa peduli untuk bersama-sama mengamankan pasokan dan harga di lapangan," jelas Agung.

Lebih lanjut dia mengatakan, jelang bulan puasa, pihaknya memastikan stok ada. Saat ini  ada 20 kabupaten, di bulan April, kurang lebih 9 ribu hektar akan panen. 

"Dan baru juga saya mendapat telpon di Demak, sekitar 1500 hektar,  kalau digelontorkan di jakarta luar biasa. Belum lagi dari  Cirebon,  Pemalang dan lokasi-lokasi lain. Termasuk di Solok 1500 hektar. Jadi saya pastikan  ini aman-aman terkendali, pasokan bawang merah.  Dengan melihat kondisi riil, saya pastikan aman," ujar Agung. 

Menurutnya, produksi di lapangan luar biasa. Pihaknya juga sudah  berkomunikasi dengan pedagang. "Itu sudah rata-rata 30-35 truk perhari. Yang biasanya 25 truk. Kalau itu sudah 30-35 truk, menandakan stabilnya pasokan bawang merah," pungkasnya. (dai)



Berita Terkait


Baca Juga !.