Ekonomi

KUR Garam Rakyat Hadir sebagai Gerakan Ketahanan Pangan

Redaktur: Ali Rahman
KUR Garam Rakyat Hadir sebagai Gerakan Ketahanan Pangan - Ekonomi

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo (tengah) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (kanan), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) pada peluncuran Program Penyaluran KUR Garam Rakyat di Lapangan Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (13/4/2019). Foto: BNI untuk INDOPOS.

indopos.co.id - Program penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Garam Rakyat hadir sebagai terobosan baru bagi para petani garam di Pamekasan, Madura. Program ini digagas dan disiapkan dibawah komando Kementerian Koordinator Perekonomian sebagai bagian dari Gerakan Ketahanan Pangan.

Acara simbolis sebagai tanda diluncurkannya Program Penyaluran KUR Garam Rakyat perdana itu dilaksanakan di Lapangan Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (13/4/2019). Acara ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Hadir pula pada kesempatan yang sama Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo sebagai tuan rumah, para perwakilan bank-bank Himbara, serta ratusan Petani Garam dari Pamekasan dan sekitarnya.

Di sini, petani garam mendapatkan memotivasi agar tidak takut akan kekurangan sumber pembiayaan untuk memperkuat pengelolaan tambak garamnya karena BNI dan perbankan nasional lainnya telah siap untuk menyalurkan KUR dengan mekanisme yang lebih memudahkan bagi para petani.

Kemudahan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian nomor 8 tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR. Dalam prakteknya, kebijakan tersebut lebih memperhatikan kebutuhan pembiayaan untuk peternak, nelayan dan petani garam, sehingga akses pendanaan jauh lebih mudah dan tepat sasaran.

Dalam kesempatan ini, Darmin Nasution mengungkapkan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Himbara melakukan gerakan ini sebagai salah satu bentuk sinergi dalam mengembangkan Usaha Garam Rakyat. Petani Garam menjadi layak menerima KUR sepanjang tergolong sebagai usaha kecil.

"Kini Petani Garam pun layak mendapatkan KUR model terbaru ini yaitu KUR dengan bunga 7 persen," ujarnya, Sabtu (13/4/2019).

Sementara, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada 13 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang memiliki lahan garam. Himbara diharapkan mengikutsertakan perguruan tinggi dalam menciptakan kebangkitan kembali intan dari laut (garam) di Jawa Timur. "Semoga KUR dari Himbara dapat menjadi pintu masuk dari kebangkitan garam Madura dan Jawa Timur," harapnya.

Sementara itu, Baddrut Tamam menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Himbara atas pelaksanaan Kegiatan Penyaluran KUR Garam Rakyat Pamekasan, yang dipilih karena merupakan salah satu sentra utama penghasil komoditas garam di Indonesia.

"Pamekasan akan mendorong semua desa untuk memiliki tema yang akan dikembangkan, agar mampu berdiri secara mandiri, termasuk Desa Garam. Produksi garam dari Pamekasan tumbuh 42 persen dari tahun sebelumnya. Ada 170 Kelompok Petani Garam. Dengan data itu kami harapkan akan ada pendorong bagi pengembangan garam dari pemerintah pusat," tuturnya.

Anggoro Eko Cahyo menambahkan, Potensi KUR sektor garam sangat besar. Dengan adanya Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian nomor 8 tahun 2018 diharapkan penyaluran KUR di sektor garam tidak hanya dijalankan di enam titik pada kegiatan ini, namun keberlanjutan dan ekspansi agar program pemerintah tersebut dapat bermanfaat bagi usaha kecil.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU Penyediaan dan Pemanfaatan Layanan Jasa Perbankan oleh BNI dengan Pemkab Pamekasan. MoU ini dilaksanakan Pemimpin BNI Wilayah Surabaya Mohammad Jufri dengan Bupati Pamekasan. (srv)

Berita Terkait

Ekonomi / BNI Sebar Paket Bantuan Ramadan

Ekonomi / Dukung Ekspor Indonesia, BNI Biayai Importir Burung Walet

Ekonomi / BNI Jamu 1.000 Santri di Mataram

Ekonomi / Libur Lebaran, BNI Siapkan Rp 14,3 Triliun Tiap Minggu


Baca Juga !.