Ekonomi

Hobi Matematika, Tembus Kuliah di Kampus Top Dunia

Redaktur: Dani Tri Wahyudi
Hobi Matematika, Tembus Kuliah di Kampus Top Dunia - Ekonomi

UNGGULAN - Moses Mayer, siswa dari Jakarta Intercultural School (JIS) yang berprestasi. Foto: IST

indopos.co.id – Nama Moses Mayer, siswa dari Jakarta Intercultural School (JIS) menjadi pembicaraan di media sosial (medsos). Moses berhasil meraih penghargaan di sejumlah kompetisi bergengsi di bidang bahasa, matematika, sains, robotika, informatika, dan komputeriasi.

Selain segudang prestasi, Moses juga mengembangkan SampahLink. Sebuah aplikasi smartphone untuk pengelolaan sampah. Aplikasi tersebut, memberikan manfaat positif bagi para pemulung. “Moses adalah potret dari banyak siswa JIS yang memiliki semangat untuk meraih prestasi tinggi,” ujar JIS Head of School Tarek Razik dalam keterangan di Jakarta, Minggu (14/4/2019).

Dia menjelaskan, JIS selalu memberikan kesempatan dan dukungan kepada siswa-siswanya untuk mengembangkan minat dan prestasinya. Agar mereka bisa berkontribusi kepada masyarakat yang merupakan bagian dari kehidupan mereka. “Inilah yang menjadikan JIS sebagai lembaga yang memiliki peran sangat penting dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia sejak dulu hingga hari ini,” ungkapnya.

Menurut Tarek Razik, Moses sudah berprestasi sejak masih di sekolah dasar (SD). Dia berhasil meraih medali emas OSN, medali emas National Olympiad in Informatics di Singapura, medali perunggu Internasional Olympiad of Metropolises di Moscow, medali perunggu di Junior Balkan Mathematics Olympiad di Romania, hingga medali-medali dan penghargaan bidang matematika maupun bidang informatika di Tiongkok, Kazakhstan, Hongkong.

Sementara itu, Moses Mayer mengaku, JIS sangat berperan dalam memperkuat minatnya terhadap matematika dan computer science. “Sejak saya baru masuk JIS, para guru mengizinkan agar saya mengambil kelas matematika di atas tingkat kelas saya, agar saya dapat belajar banyak hal. JIS juga mendukung saya ketika saya berangkat ke Olimpiade atau mengikuti pembinaan dan pelatihan nasional,” ujarnya.

Kini ia sedang mempersiapkan diri untuk memasuki jenjang universitas. Yang membanggakan, Moses telah menerima tawaran untuk kuliah di kampus-kampus top kelas dunia. Lima kampus yang masuk dalam jajaran Ivy League dan siap menyambutnya adalah Harvard University, Princeton University, Yale University, Cornell University dan University of Pennsylvania. Selain itu, M.E.T UC Berkeley, UCLA, University of Michigan dan Carnegie Melon University juga telah menerima Moses untuk belajar di kampus mereka.

Untuk menembus kompetisi di Ivy Leagues dan kampus-kampus top ini, Moses harus membuat banyak esai dan tulisan dalam bahasa Inggris sesuai permintaan masing-masing kampus. Ia pun menceritakan bagaimana matematika telah berperan dalam kehidupannya, dan menginspirasi Moses dalam berkarya bagi lingkungan dan komunitas sosial.

Ia menjabarkan tentang peran SampahLink dan microfinance club yang dipimpinnya telah memberikan solusi untuk menanggulangi polusi, kesadaran daur ulang, serta membantu menciptakan tingkat kehidupan serta masa depan yang lebih baik bagi kelompok masyarakat ekonomi lemah. Keberhasilan Moses menembus Ivy League membuktikan bahwa ia memiliki kemampuan lengkap, bukan saja akademik tetapi juga prestasi di luar akademik, dan mengungguli para pesaingnya, mengingat persentase penerimaan yang sangat rendah dan kompetitif.(mdo)
 

 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Polisi Masih Melakukan Pendalaman Kasus

Jakarta Raya / Seri Anyar Sapa Penggemar


Baca Juga !.