Raket

Sama-sama Ambruk dari Jepang

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Sama-sama Ambruk dari Jepang - Raket

Anthony Ginting

indopos.co.id - Indonesia gagal membawa pulang  gelar Singapura Open 2019. ini menyusul kekalahan Anthony Ginting dan Hendra/ Ahsan di babak final. Anthony Sinisuka Ginting harus puas menduduki podium kedua usai  kalah dengan  Kento Momota (Jepang) dalam tiga game, 21-10, 19-21, 13-21. Sementara Hendra/Ahsan tumbang di tangan  Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) dengan skor  21-13, 19-21, 21-17. 

Maestro bulutangkis Rudi Hartono mengaku prihatin dengan para pemain bulutangkis Indonesia, teruma sektor tunggal. " Mereka tuh harus menyadari, mereka belum apa-apa. Belum juara dunia,  all england dan Olimpiade. Mereka harus berlatih keras, ya kalau bis a 100 persen. Dulu saya kalau berlatih tidak main-main dan harus fokus," kata Rudi Hartono dihubungi INDOPOS, kemarin.

Dia sendiri berharap kepada Anthony dan Jonatan tidak lekas puas. Mereka harus terus berlatih keras  dan membenahi segala kekurangan.

" Dulu waktu jadi pemain, Vo2 max saya bisa  mencapai 67. Nah, mereka harus bisa lebih dari saya," tandasnya.

Ketika disinggung apakah pelatihnya yang kurang keras, Rudi mengatakan bahwa urusan dilapangan sepenuhnya ada di pemain. Sementara tanggungjawab pelatih hanya mengawasi saja dari luar lapangan. " Sehebat apapun pelatihnya, percuma saja kalau pemainnya tidak serius berlatih. Kunci utama keberhasilan itu ya di tangan pemain itu sendiri. Karena dia yang berjuang dan mengetahuo kondisi di lapangan,"paparnya.

Sementara dalam pertandingan, Anthony membuka game pertama dengan penuh pecaya diri. Ia menang meyakinkan dengan skor jauh 21-10. Masuk ke game dua, pertandingan berlangsung lebih ketat. Anthony yang sudah memimpin 16-11, balik tersusul menjadi 17-17. Hingga pada akhirnya tunggal putra Pelatnas PBSI ini harus menyerahkan kemenangan game kedua 19-21.

“Di game pertama saya memang memegang kendali pertandingan sampai selesai. Tadi di game kedua sempat unggul-unggul juga, mepet-mepet juga poinnya sampai akhir. Cuma di poin kritis, saya nggak bisa menggunakan kesempatan. Nggak tepat cara mainnya. Dari kondisi lapangan kan menang angin, mau nggak mau inisiatif menyerangnya lebih banyak. Tapi di game kedua akhir dia lebih antisipasi mainnya,” jelas Anthony.

Di game penentu, Anthony membawa angin segar saat unggul 11-7 dan 12-8. Namun di luar dugaan Momota balik menyalip kedudukan dengan merebut sembilan angka. Anthony pun tertinggal 12-17. Setelah itu, Anthony tak bisa bicara banyak. Ia terus berada di bawah Momota hingga kalah 13-21.

“Game ketiga saya berusaha mengambil poin sebanyak-banyaknya, karena lapangannya enak buat kami. Saat interval juga sempat leading juga tapi pas pindah lapangan, mungkin Momota juga lebih antisipasi lagi, sama seperti di game kedua akhir tadi,” sambung Anthony. 

Hasil Anthony menyamai pencapaian pasangan ganda putra, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang juga menjadi runner up di turnamen ini. (bam) 

Berikut hasil lengkap pertandingan final Singapore Open 2019:

 

Tunggal Putri: Tai Tzu Ying (Taiwan) vs Nozomi Okuhara (Jepang) 21-19, 21-15

Ganda Campuran: Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) vs Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia) 21-14, 21-6

Ganda Putri: Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara (Jepang) vs Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong (Korea) 21-17, 22-20

Ganda Putra: Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) vs Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Indonesia) 21-13, 19-21, 21-17

Tunggal Putra: Kento Momota (Jepang) vs Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) 10-21, 21-19, 21-13

Berita Terkait


Baca Juga !.