Megapolitan

Seperti Jemuran, APK Diturunkan, Pohon Jadi Korban Kampanye

Redaktur:
Seperti Jemuran, APK Diturunkan, Pohon Jadi Korban Kampanye - Megapolitan

Ilustrasi Foto

indopos.co.id – Memasuki masa tenang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan jalan-jalan di Jakarta sudah bersih dari alat peraga kampanye (APK).

Usai melakukan upacara bersama dengan seluruh stakeholder persiapan pemilu Minggu (14/4/2019), mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, pembersihan APK dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Satpol PP dan petugas dari dinas lingkungan hidup. ”Kita sudah bersihkan semua. Tadi malam saya melintas kurang lebih setengah dua sejumlah titik sudah steril, tidak ada lagi APK,” ungkap Anies di Jakarta, Minggu (14/4/2019). Dia memastikan, semua jalan utama sudah bersih dari APK. Tentu, peran peserta pemilu sangat penting untuk membersihkan APK.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu DKI Jakarta Muhammad Jufri mengatakan, sudah membersihkan semua APK di wilayah DKI Jakarta. Pembersihan APK juga dilakukan hingga gang-gang perumahan. ”Jadi bukan saja Jalan Protokol saja, tapi juga menyasar di gang dan jalan di permukiman. Semuanya harus dibersihkan,” katanya.

Jufri mengaku, saat ini semua APK disimpan di gudang milik Satpol PP DKI. Masa tenang, menurut Jufri dimulai sejak hari ini (kemarin) hingga 16 April mendatang.

Tidak Enak Dilihat
Layaknya jemuran, alat peraga kampanye di wilayah DKI Jakarta akhirnya diturunkan memasuki masa tenang. Seperti halnya di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, Minggu (14/4) siang kemarin. ”Kek jemuran.

Diturunkan sudah, jember lihatnya juga mengotori, pohonan juga pada dipakuin, ditempelin poster, gambar-gambar caleg. Sudah jangan ada lagi alat peraga kampanye di Jakarta. Harus bersih masa tenang,” kata Jaya, salah seorang warga Jakarta Timur.

Terpantau di sepanjang Jalan Raya Bogor, alat peraga kampanye sudah diturunkan oleh petugas gabungan. Alat peraga kampanye terpasang disepanjang pagar-pagar pembatas taman disepanjang Jalan Raya Bogor, Ciracas dan Pasar Rebo-Kramat Jati yang sudah diturunkan oleh petugas. Hanya tersisa bekas tali di lokasi.

Sedangkan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan sebelumnya juga menggelar apel penurunan alat peraga kampanye atau bahan kampanye pemilu 2019, di halaman Kantor Wali Kota, Sabtu (13/4/2019) malam.

Ketua Bawaslu Jakarta Selatan, Muchtar Taufiq mengatakan, pengumpulan alat peraga kampanye ini akan dikumpulkan di kantor wali kota. Dia menjelaskan, sisa-sia APK akan dimanfaatkan lagi demi hal yang produktif. ”Seperti untuk teman-teman PKK untuk kerajinan dan sebagainya.

Sementara itu, Marullah Matali Wali Kota Jakarta Selatan mengatakan, kepada peserta pemilu baik itu para calon anggota DPD, legislatif, tim pemenang dan tim sukses calon pasangan 01 dan 02, agar dapat menurunkan, melepas dan membersihkan alat peraga kampanye pemilu 2019. Marulah menambahkan, penurunan juga dilakukan diseluruh wilayah Jakarta Selatan bersama para tim sukses.
Partisipasi Masyarakat

Sementara itu, untuk mendukung pelaksanaan pemilu damai pada 17 April mendatang, para pedagang di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur menggelar deklarasi pemilu damai 2019. Pada deklarasi tersebut para pedagang menyatakan mendukung TNI, Polri untuk mengamankan pemilu 2019 dengan aman dan damai. ”No golput, no intimidasi dan no hoaks,” ucap pedagang Pasar Induk Kramatjati.

Manager Pasar Induk Kramatjati Agus Lamun mengatakan, perbedaan politik tidak harus mempengaruhi aktivitas pedagang di Pasar Induk Kramatjati. Oleh karena itu, para pedagang berinisiaif melakukan deklarasi pemilu damai 2019. ”Aktivitas para pedagang di Pasar Induk melibatkan sekitar 10 ribu orang. Ini (deklarasi) bagian komitmen keluarga besar Pasar Induk Kramatjati untuk mensukseskan Pemilu 2019," ujarnya.

Ia mengungkapkan, para pedagang sepakat tidak membahas perbedaan dalam politik. Kendati dalam aktivitas sehari-hari, para pedagang tersebut memiliki pandangan politik yang berbeda. Ia memastikan, keluarga besar Pasar Induk Kramatjati akan menyalurkan hak pilihnya pada pemilu serentak 17 April mendatang dengan tidak golput.

”Kami memberikan kebebasan untuk menyalurkan hak pilih kepada pedagang. Jangan ada golput lagi, karena ini menentukan pemimpin 5 tahun mendatang,” ungkapnya.

Kepala Pasar Induk Kramatjati Margono mengaku, para pedagang menggelar aksi deklarasi pemilu damai secara sukarela. Mereka ingin tidak ada lagi perselisihan karena perbedaan pandangan politik. ”Perselisihan hanya merugikan mereka (para pedagang). Oleh karena itu mereka sepakat melakukan deklarasi pemilu damai,” katanya.

Ia berharap, suasana kondusif di Pasar Induk Kramatjati bisa membawa berkah tersendiri bagi para pedagang dan para pelanggan. ”Walaupun hajat besar pemilu, kami ingin suasana kondusif. Tidak ada saling mempengaruhi siapa memilih siapa,” ucapnya. (nas/ibl)

Berita Terkait


Baca Juga !.