Banten Raya

Kota Tangerang Zona Merah Narkoba

Redaktur: Syaripudin
Kota Tangerang Zona Merah Narkoba - Banten Raya

Ilustrasi Narkoba

indopos.co.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang mengaku belum maksimal memberantas peredaran narkotika di wilayahnya tersebut. Musababnya, lembaga ini kekurangan penyidik. Akibatnya, saat ini kota itu masih menyandang wilayah peredaran narkoba tertinggi di Provinsi Banten.

Kepala BNN Kota Tangerang AKBP Akhmad F Hidayanto mengatakan, kendala pemberantasan narkotika di wilayahnya dirasakan sejak lima tahun lalu. Saat itu, pertumbuhan bandar, pengedar sampai pengguna narkoba terus meningkat tajam dengan perkiraan 55 persen setiap tahun.

”Inilah realita yang terjadi di kota ini. Sangat sulit memberantas peredaran narkoba di sini. Seperti jamur, peredaran narkoba terus tumbuh walaupun dibasmi,” terangnya, Minggu (14/4/2019). Tak sampai di sana, lanjut Hidayanto juga, kendala yang dihadapi BNNK Tangerang menangani peredaran narkotika akibat kurangnya penyidik Polri di lembaga tersebut.

Saat ini, penyidik Polri di BNNK Tangerang hanya dua personel. Idealnya, kata dia juga, tim penyidik BNNK Tangerang berjumlah 25 personel.  ”Bisa dilihat dari luasan wilayah dan jumlah penduduk Kota Tangerang. Apakah mumpuni kami menangkap bandar dan pengedar hanya dengan 2 orang penyidik polisi,” cetusnya.

Karena itu, perwira polisi yang akrab disapa Hidayanto ini juga mengaku, pihakn ya sudah minta 10 bintara dan perwira menengah Polri guna penyidikan dan pengejaran pelaku pelaku tindak pidana narkotika.

Selain kekurangan penyidik Polri, katanya juga, keberadaan lima lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Kota Tangerang membuat subur peredaran narkotika.

Bukan rahasia umum  lagi, katanya juga, pengendalian peredaran barang haram itu dilakukan sangat rapi oleh jaringan narapidana dari dalam balik jeruji besi. Sehingga, kata dia juga, untuk penanganannya dibutuhkan tim khusus.

”Kenapa Kota Tangerang jadi zona merah darurat narkoba di Provinsi Banten, karena hitungan dari lima lapas atau rutan yang ada. Di lapas dan rutan banyak bandar dan pengedar yang ditahan tapi masih memiliki jaringan di luar sana. Jadi sangat mudah dikendalikan dari dalam penjara,” cetusnya.
 

Terkait sosialisasi bahaya narkotika kepada masyarakat, menurut Hidayanto juga, tidak mungkin memerangi dan memberantas narkoba bila tidak dibarengi dengan aksi penindakan. Yakni menangkap para bandar narkoba tersebut. Penangkapan itu  juga untuk memutuskan mata rantai peredaran narkoba.

Sementara itu, Ketua Gerakan Anti Madat (Geram) Kota Tangerang Andi Syarifuddin mengatakan penyadaran narkoba sebagai musuh bersama masyarakat belum dilakukan menyeluruh oleh stakeholder di wilayah tersebut. Khususnya sosialisasi ke sekolah dan universitas yang ada di daerah tersebut.

”Saat ini, incaran narkoba adalah pelajar dan mahasiswa. Bandar narkoba menyasar kalangan pemuda,” terangnya. ”Jika generasi muda sadar bahaya narkoba, maka dengan sendirinya para bandar akan tersingkir,” sambungnya.

Dia juga mengakui, Muspida Kota Tangerang kurang kompak menindaklanjuti ancaman serius narkoba tersebut. ”Akibatnya, yang terjadi penyalahguna narkoba ini terus bertambah,” ungkapnya sambil mengatakan harus ada tindakan serius guna memerangi peredaran narkoba tersebut.

Sedangkan Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Kertopati menilai, pemberantasan narkoba dapat dilakukan dengan cara lain. Yakni, mengubah mindset atau pola pikir petugas kepolisian dan pegawai lapas/rutan untuk tidak terlibat dalam jaringan narkoba.
 

”Kualitas SDM ini dulu diperbaiki, baru pemberantasan narkoba dapat berjalan maksimal. Kalau petugasnya masih mau disogok ya percuma saja. Yang perlu ditangkap itu bandar besar atau produsen narkoba, jangan hanya bandar kecil. Kalau sudah begini peredarannya otomatis berhenti," tuturnya.

Ditambahkan Susaningtyas, Polri dan BNN pun harus mengaktifkan peran aktif intelijen. Hal ini dibutuhkan guna mendeteksi pergerakan kartel narkotika di Tanah Air. Jika itu dijalankan dengan baik, maka peredaran narkoba tidak akan dapat berjalan di seluruh daerah. (cok)

TAGS

Berita Terkait

Megapolitan / BNN Sita 200 Kg Sabu

Megapolitan / Ringkus Pengguna Narkoba di Rumah Kontrakan

Megapolitan / Modus Family Gathering, Pesta Narkoba Digerebek

Megapolitan / Jaringan Narkotika Abu Ditangkap 

Megapolitan / Pengedar Jaringan Internasional Ditangkap

Megapolitan / Pemilik Narkoba Lima Karung Sudah Dibekuk


Baca Juga !.