TNI Tambah Personel di Nduga

indopos.co.id – Sempat terjadi kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kabupaten Nduga, Papua,Rabu (20/3) lalu. TNI pun menambahkan pasukan sebanyak 600 personel untuk pengamanan di Nduga. Pengamanan yang dilakukan TNI semakin diperketat untuk menjaga keselamatan masyarakat. Padahal sudah hampir satu tahun peristiwa penembakan itu terjadi.

”Situasi saat ini masih kondusif. Pasukan akan ditambah tergantung kebutuhannya. Karena jumlah personel masih kurang,” terang Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi saat diwawancarai INDOPOS, Jumat (12/4/2019) lalu.

Aidi menyampaikan, terkait pembangunan jembatan yang sempat terhenti sudah mulai dilaksanakan.

Pembangunan jembatan mulai dilaksanakan dari dua arah, yakni arah selatan Kabupaten Nduga, dan arah utara dari Kabupaten Wamena. ”Ketemunya nanti di tengah-tengah,” ungkapnya.

Terkait penambahan pasukan, ungkap Aidi, untuk mempersepit ruang gerak dari para kelompok bersenjata itu. Aidi juga membeberkan, pelaku penembakan sudah terindentifikasi. Namun, sulit untuk ditemukan karena berbaur dengan masyarakat.

”Susah karena masyarakat di sana tidak memiliki identitas. Papua jangan dibayangkan sama dengan Jawa atau daerah lain,” jelasnya.

Banyaknya masyarakat yang tidak memiliki identitas, kata Aidi, karena sulit melakukan sensus penduduk di daerah tersebut. Di Distrik (Kabupaten,Red) ada sekitar 30 orang, dan untuk menjangkau di wilayah Distrik tersebut hanya bisa menggunakan pesawat. ”Pesawat hanya memuat 8 sampai 12 orang. Harga tiketnya pun sangat mahal 40 juta sampai 50 juta sekali berangkat,” ungkapnya.

Aidi menegaskan, personel TNI yang bertugas di Nduga akan selalu memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat, serta akan memberikan pembinaan kepada masyarakat. ”Karena hal itu yang paling penting saat ini, agar tidak terpengaruh oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya. (bar)

Komentar telah ditutup.