Internasional

Kim Jong Un Ajak AS Diplomasi Baru

Redaktur:
Kim Jong Un Ajak AS Diplomasi Baru - Internasional

Presiden AS Donald Trump

indopos.co.id - Pemimpin korea utara, Kim Jong Un, menyerukan pada AS untuk menghentikan cara pandangnya yang saat ini. Jika, AS masih ingin melanjutkan pembicaraan diplomatik.

”Pertama-tama, sangat penting bagi Amerika Serikat untuk menghentikan caranya memperhitungkan saat ini dan melakukan pendekatan dengan perhitungan yang baru,” kata Kim di Pyongyang pada pertemuan sesi ke 14 Majelis Rakyat Demokratik Tertinggi Republik Rakyat Korea.

Pada bulan Februari, Presiden Donald Trump menghentikan pertemuannya dengan Kim di Hnoi, Vietnam, tanpa ada perjanjian atau pernyataan setelah Kim meminta seluruh sanksi AS dicabut dari negaranya. Sejak KTT yang menegangkan, Korea Utara telah mengancam akan menunda pembicaraan denuklirisasi dengan AS.

“Yang jelas, jika AS masih berpegang pada cara pandang politiknya yang sekarang, prospek untuk penyelesaian masalah akan gelap dan sangat berbahaya,” tambah Kim.

Trump, selama pertemuannya di kantor oval dengan mitra Korea Selatannya, Moon Jae In, membuka pintu untuk pembicaraan ketiga dengan Kim. Tetapi, dia mengatakan hal itu tergantung pada diktator Korea Utara tersebut. Trump pun sempat mengatakan, dia ingin sanksi terhadap Korea Utara tetap berlaku, meskipun tidak ingin meningkatkan sanksi tersebut.

“Amerika Serikat berbicara banyak tentang mengadakan pertemuan AS-Korut ketiga. Tetapi kami tidak ingin melihat KTT seperti di Hanoi terjadi kembali,” kata Kim saat pidatonya hari Jum’at (12/4). “Tetapi karena presiden Trump terus saja menyebut hal itu, hubungan saya dan presiden Trump tidak bermusuhan seperti antara kedua negara, dan kami masih memiliki hubungan yang baik. Jika kami mau, kami dapat saja mengirim dan menerima surat untuk menanyakan kabar satu sama lain setiap saat,” tambahnya.

Pemimpin Korea Utara itu menambahkan, jika AS menginginkan pertemuan ketiga, Korut akan bersedia untuk mencobanya sekali lagi. Namun tentu dengan syarat, bahwa AS memiliki sikap yang tepat dan menemukan metodologi yang dapat dibagikan pada Korea Utara. Kim mengatakan, ia akan bersabar dan menunggu hingga akhir tahun ini untuk memutuskan apakah AS menginginkan KTT lain.

“Tetapi akan sulit utnuk mendapatkan kesempatan baik seperti yang terakhir kali,” kata Kim. (fay)

Baca Juga


Berita Terkait

Internasional / AS Sebut Kim Jong Un Tak Siap Denuklirisasi

Internasional / Kim Jong-Un Terima Surat Pribadi dari Trump

Internasional / Iran Balas Ejekan Donald Trump

Internasional / Trump akan Temui Presiden Korsel Bahas Denuklirisasi Korut

Internasional / Trump Ancam Iran akan Sangat Menderita

Internasional / AS Terbuka dengan Tiongkok, soal Tarif Tunggu Dulu


Baca Juga !.