Daerah

Muba Serap 8,49 Ton Karet Rakyat

Redaktur:
Muba Serap 8,49 Ton Karet Rakyat - Daerah

Ilustrasi Karet

indopos.co.id - Penggunaan karet pada campuran aspal sepanjang 465 kilometer (km) di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan (Sumsel), menyerap 8,49 ton karet alam produksi perkebunan rakyat pada 2019.

Bupati Muba Dodi Reza Alex menyebut penyerapan karet rakyat itu terbilang cukup tinggi. Maklum, sebelumnya serapan karet alam rakyat untuk kebutuhan dalam negeri hanya 1,6 ton per tahun. ”Harapannya, dengan peningkatan serapan dalam negeri maka harga karet rakyat dapat terdongrak naik,” tutur Dodi di Sekayu, Sumsel, Minggu (14/4/2019).

Menurut Dodi, ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk membantu petani. Karena selama ini, petani menjerit akibat harga karet ditingkat petani itu anjlok menyusul harga komoditas di pasaran internasional jeblok. Pemkab Muba menilai persoalan itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena masyarakat sudah menghadapi sejak 2013 sehingga telah berdampak pada angka kemiskinan. Sekadar diketahui, harga karet ditingkat petani hanya berkisar Rp 7 ribu per kg dari harga ideal Rp 12 ribu per kg.

Untuk itu, Pemkab Muba berinisiatif menjadi pioner atas gerakan aspal karet dengan mengeluarkan dana APBD untuk pembangunan jalan aspal karet di beberapa ruas jalan pada 2019 yakni membangun jalan sepanjang 9,67 km dengan total Rp 12,5 miliar. Ruas jalan itu, peningkatan jalan di Kelurahan Mangun Jaya dan Kecamatan Babat Toman sepanjang 4,2 km, Sp Gardu Harapan KUD Trijaya-Tanjung Agung Selatan Kecamatan Lais sepanjang 2 km, jalan Rumah Dinas Bupati Muba Kecamatan Sekayu sepanjang 1,82 km, jalan SD Model-Sp.AMD Kecamatan Sekayu sepanjang 1,73 km,

Karena menjadi pelopor pembangunan jalan aspal karet itu, Pemkab Muba juga mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk peningkatan Jalan Kasmaran-Pinggap Kecamatan Babat Toman sepanjang 0,30 km, Jalan Talang Bayung-Lubuk Buah Kecamatan Babat Toman, dan Batang Hari Leko sepanjang 0,20 km, Jalan Rantau Sialang-C5 Kecamatan Sungai Keruh-Sekayu sepanjang 0,30 km dengan total Rp 28,07 miliar.

Selain itu, Pemkab Muba juga mendapat dana reward dari Menteri PUPR Rp 20 miliar untuk peningkatan jalan KH Ahmad Dahlan Kecamatan Sekayu sepanjang 2,00 km, jalan Muara Teladan-Sp.Supat sepanjang 1,50 km, dan peningkatan ruas jalan Sp.Pauh-Beji Mulyo (B1)-Bero Jaya Timur (B2) Kecamatan Tungkal Jaya sepanjang 3,00 km.

Dengan begitu, pembangunan jalan aspal karet tahun 2019 bersumber dari dana APBD, DAK, dan dana reward Kementerian PUPR dengan total Rp 60,57 miliar. ”Saat ini, di Muba terdapat 250 ribu  hektare (ha) lahan karet. Di mana, sebanyak 90 persen dimiliki petani rakyat. Petani karet kami, saat ini sangat menderita, sehingga membutuhkan langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasinya, ini salah satu solusinya,” ucap Dodi.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menginstruksikan seluruh gubernur khususnya di daerah penghasil karet untuk mengeluarkan surat edaran ke Kabupaten/Kota untuk mencontoh Musi Banyuasin dalam pembangunan aspal karet. (ant)

TAGS

Berita Terkait

Daerah / Muba Antusias Himbauan Jokowi

Nasional / Perayaan Nyepi, Momen Kebangkitan Toleransi Antar-Umat di Muba

Nasional / Perayaan Hari Raya Nyepi di Muba Berjalan Khidmat 

Daerah / Pengembangan Kelapa Sawit di Muba Jadi Perhatian


Baca Juga !.