Banten Raya

Tisna Chandra ’’Ibu bagi Anak Berkebutuhan Khusus’’

Redaktur: Juni Armanto
Tisna Chandra ’’Ibu bagi Anak Berkebutuhan Khusus’’ - Banten Raya

BERBAKAT: Acara pementasan drama musikal di Gedung Pertemuan Titan Center, Tangsel, Sabtu (13/4/2019). Tisna Chandra. Foto: Tumpak M tampubolon/INDOPOS

indopos.co.id - Bagi Tisna Chandra, kebahagiaan terbesar dalam hidupnya adalah menggali kelebihan yang dimiliki anak berkebutuhan khusus. Alasannya sederhana. Ingin menunjukkan ke masyarakat bahwa mereka punya kelebihan.

TUMPAK M TAMPUBOLON, Tangsel

Sabtu petang. Pada 13 April 2019. Bumi menengadah. Langit merindui bumi. Rindu itu pun tumpah. Membasahi Kota Tangerang Selatan, Banten. Sebagian orang yang melintas di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Sektor 7, Kecamatan Pondok Aren, menepi di bahu jalan.

Namun, ritmis gerimis tak membuat langkah puluhan pasangan suami istri bersama anaknya berhenti. Mereka terus melaju. Menuju Gedung Pertemuan Titan Center.

Di lobi gedung, mereka disambut puluhan orang berkaos oblong putih. Senyum hangat diberikan kepada tamu.

Tak jauh dari lokasi terbentang spanduk bergambar manusia penguasa hutan. Dalam spanduk bertuliskan Drama Musikal 'Tarzan the Legend of Anak Bumi'. Memasuki gedung teater ini terlihat puluhan anak berkebutuhan khusus. Mereka sedang berganti kostum ala penghuni hutan. Beberapa orang dewasa ikut mengawasi.

Drama musikal dipertunjukkan puluhan anak berkebutuhan khusus. Gelak tawa penonton menyeruak. Beberapa adegan komedi dipertontonkan. Delapan puluh anak berkebutuhan khusus mengikuti drama. Mereka siswa berkebutuhan khusus dari Sekolah Spectrum. Di antara tenaga pendidik di belakang panggung, terdapat seorang perempuan yang memiliki peran dominan di sana. Dengan blus hitam dan oranye ini, perempuan itu sangat cekatan menggiring siswa-siswi naik ke panggung.

Di sela-sela acara, INDOPOS mencoba menyambangi perempuan itu. Orangnya sangat ramah. Senyum pun dilontarkannya sembari berkata, ’’Bapak wartawan ya mau wawancara. Jika berkenan tunggu sebentar ya. Saya urusin anak-anak ini dulu’’.

Perempuan ini mengambil kursi dan mengajak berbincang-bincang. Namanya Tisna Chandra. Usianya 52 tahun. Pemilik Sekolah Spektrum. Lembaga ini tempat terapi sekaligus wadah mendidik anak berkebutuhan khusus.

’’Sudah lama acara seperti ini kami gelar. Kami hanya ingin menyalurkan minat dan bakat anak berkebutuhan khusus. Jadi keberadaan mereka membuat kami sangat bahagia,’’ kata Tisna. 
Ibu dua ini sudah puluhan kali menggelar drama musikal yang dimainkan anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini dia mulai sejak 2003. Tisna yang berprofesi sebagai psikolog ini melihat ada potensi besar yang dimiliki anak berkebutuhan khusus.

’’Mereka ini punya bakat dan talenta yang diberikan Allah. Jadi wajib bagi kami mengembangkan itu. Dari setiap pertunjukan itu banyak sekali mengundang masyarakat untuk datang menyaksikan drama musikal kami ini," ungkap dia.

Perempuan berkulit sawo matang ini mendapatkan gelar sebagai Ibu Bagi Anak Berkebutuhan Khusus sejak dirinya konsen menangani dan mendidik mereka. Setiap hari dia dan sejumlah karyawannya melatih dan membimbing puluhan anak berkebutuhan khusus. Mengajak bermain dan belajar dengan telaten.

’’Yang kasih julukan itu orang tua dari anak-anak yang kami didik. Tidak kepikiran untuk mendapatkan gelar seperti ini. Semua kami kerjakan untuk mereka sendiri," ucapnya.

Masih segar dalam ingatan Tisna, tujuan menggelar acara drama musikal tiap tahun hanya untuk memperlihatkan ke masyarakat kemampuan anak kebutuhan khusus. Dalam kekurangan itu ternyata mereka dapat menjadi aktor dan aktris. Bahkan, kegiatan itu pula yang membuat orang tua mereka merasa beruntung.

"Agar warga di tanah air tahu kalau mereka ini punya keahlian tersembunyi. Sudah banyak anak yang kami latih ikut bermain di beberapa film. Bangga sekali melihat perkembangan itu,’’ tuturnya.

Tisna mengungkapkan, melatih anak berkebutuhan khusus mengeluarkan potensi diri butuh waktu lama. Kesabaran dan ketelatenan yang diberikan saat terapi harus dilaksanakan. Hasilnya anak berkebutuhan khusus di Spectrum Treatment and Education Center saat ini dapat membaca, dubbing dan berdialog dalam sebuah kegiatan teatrikal seni.

’’Butuh kerja keras yang kuat agar mereka berhasil. Alhamdulilah usaha kami diberkahi Allah. Sudah ada anak didik kami yang bekerja di rumah produksi,’’ ucapnya. (*)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.