Megapolitan

Waspada, Marak Modus Tusuk Gigi di ATM

Redaktur: Darul Fatah
Waspada, Marak Modus Tusuk Gigi di ATM - Megapolitan

Foto : Ilustrasi

indopos.co.id - Polda Metro Jaya membekuk dua pelaku G, 42, dan AF, 32 atas kasus tindak pidana pencurian dengan modus tusuk gigi pada mesin transaksi uang ATM. "Kedua pelaku ditangkap pada 25 Maret 2019, usai melakukan penyelidikan atas laporan masyarakat mengenai maraknya perbuatan tindak pidana pencurian dengan modus ganjal ATM di Jakarta dan Depok," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Argo menjelaskan, G memiliki peran sebagai eksekutor yang mengawasi keadaan, menukar kartu ATM, dan mengintip nomor pin korban. "Sedangkan AF berperan sebagai penyedia kartu palsu, pembuat rekening penampung dan pengemudi saat melakukan aksi," beber Argo.

Selain mereka berdua, Polda Metro juga mengejar dua pelaku lainnya, yakni W dan D yang kini masih berstatus DPO. Saat melakukan aksinya, Argo menjelaskan, para pelaku mencari lokasi ATM yang ada di minimarket sepi pengunjung. Selanjutnya tersangka mengganjal ATM dengan tusuk gigi.

Karena diganjal, lanjut Argo, korban yang datang merasa panik karena ATM miliknya tidak masuk dan pura-pura dibantu oleh G yang sebelumnya telah mengantre di belakang korban bersama W dan D.  "Saat korban lengah, G menukar kartu korban dengan kartu yang disiapkan. Sementara setelah kartu palsu itu masuk, pelaku W dan D bertugas mengintip nomor pin yang dimasukan oleh korban," ucap dia.

Karena transaksi tidak bisa terlaksana, tersangka menggiring korban untuk membatalkan transaksi. "Kemudian para pelaku langsung melakukan penarikan dan transfer ke rekening penampungan yang telah disiapkan," ucap Argo.

Para pelaku yang melakukan aksinya sejak 2018 lalu itu mampu mengumpulkan uang hasil kejahatan Rp15-25 juta dalam satu malam. Barang bukti yang diamankan dari pelaku berupa lima buku rekening BCA (untuk penampungan), tiga buku rekening Mandiri (untuk penampungan), empat ATM BCA korban, tiga buah ponsel, 32 kartu ATM berbagai bank, dua bungkus tusuk gigi dan satu harddisk.

Atas kejahatannya, para pelaku dikenakan pasal 363 KUHP pasal 3, pasal 5 ayat 1 jo pasal 2 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan badan dan denda maksimal Rp10 miliar. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Begini Cara Jaringan Narkoba Malaysia-Indonesia Sembunyikan Sabu

Megapolitan / Kasus Penganiayaan di Pantai Ancol, Polisi Gelar Rekonstruksi

Megapolitan / Ditolak Berhubungan Badan, Suami Tega Bacok Istri

Megapolitan / Komnas PA Ingatkan Orangtua Tak Kasih Perhiasan Mewah ke Anak

Megapolitan / Jatuh di Pelukan Korban Penjambretan, Bayi Tak Terluka


Baca Juga !.