Ekonomi

Songsong Pasar Aviasi Terbesar

Redaktur:
Songsong Pasar Aviasi Terbesar - Ekonomi

Gedung Kementerian BUMN tegak menjulang. Kementerian BUMN tengah menggodok pembentukan Holding Penerbangan untuk penguatan usaha. FOTO : DOK/INDOPOS

indopos.co.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah membentuk holding sektor penerbangan. Disebut-sebut, Kementerian BUMN menunjuk PT Survai Udara Penas (Penas) sebagai induk holding. Sedang PT Pelita Air Services (Pelita Air), PT Angkasa Pura (AP) I, PT Angkasa Pura (AP) II, dan PT Garuda Indonesia (GIAA) sebagai anggota. 

Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Rini Soemarno meyakini pembentukan holding itu efisiensi dan penguatan keuangan akan lebih baik. Bisa memotong berbagai macam duplikasi. ”Ke depan kompetisi semakin berat. Karena itu, sinergi antarBUMN harus lebih ditingkatkan dan holding harus betul-betul terbentuk,” tegas Rini.

Rini melanjutkan pihaknya mendapatkan dukungan penuh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dukungan itu dalam bentuk tambahan modal kepada BUMN. Dengan begitu, BUMN-BUMN bisa melakukan investasi dan merealisasikan program-program pemerintah, terutama menyangkut konektivitas apakah itu konektivitas darat sehubungan dengan jalan tol, reaktivasi jalur kereta api, perbaikan stasiun kereta, kemudian penambahan bandara, landasan pesawat sehingga sekarang seperti bandara.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang didorong BUMN sebagaimana ditekankan pemerintah selama ini untuk membuat Indonesia menjadi negara industri 4.0. Itu bisa tercapai kalau semua sarana infrastruktur sudah siap. Industri 4.0, merupakan program pemerintah dalam menyongsong revolusi industri 4.0.

Rencana itu mendapat respon positif Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Budi mendukung usulan perusahaan induk atau holding penerbangan, dengan syarat dari sisi industri juga diberdayakan. ”Basically, satu sisi saya mendukung, tapi sisi lain industri-industri itu harus diperhatikan keberdayaannya,” tegas Budi.

Budi mengimbau perusahaan tidak memiliki kinerja positif karena bergantung pada induk. Justru, lanjut dia, dengan digabungkan harus memiliki upaya untuk memajukan industri bersama. ”Ya, jangan bergantung dengan yang lain,” ingat Budi.

Budi melanjutkan pihaknya akan membahas usulan holding untuk mempelajari secara rinci. Namun, secara prinsip Budi mengaku mendukung. ”Nanti, saya akan liat detail-detailnya, dan saya akan menyampaikan catatan-catatan apabila digabung apa-apa saja,” katanya.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mengkaji pembentukan induk usaha BUMN sektor penerbangan di mana akan menggabungkan PT Survai Udara Penas (Penas), PT Pelita Air Services (Pelita Air), PT Angkasa Pura I (AP I), PT Angkasa Pura II (AP II), dan PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda). Direncanakan PT Survai Udara Penas akan menjadi induk perusahaan membawahi sejumlah perusahaan.

Holding penerbangan, diyakini akan mewujudkan nilai tambah perusahaan. Upaya tersebut juga didorong kalau Indonesia diprediksi akan menjadi pasar penerbangan terbesar ke-5 di dunia pada 2037, naik dari posisi ke-8 pada 2017. (ant)

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Tepati Janji, Yanni Tiba di Yogyakarta

Nasional / Kementerian BUMN Minta Garuda Respon Keputusan OJK

Ekonomi / Desak Garuda Kalkulasi Biaya


Baca Juga !.