Ekonomi

Pertamina EP Catatkan Kinerja Positif Hingga Kinerja di Atas Proyeksi

Redaktur: Ali Rahman
Pertamina EP Catatkan Kinerja Positif Hingga Kinerja di Atas Proyeksi - Ekonomi

Direktur Operasi dan Produksi PT Pertamina EP Chalid Said Salim (berdiri) dan General Manager Pertamina EP Asset 5 Irwan Zuhri (duduk kanan) saat jadi pembicara pada media gathering di Jakarta, Senin (15/4/2019).

indopos.co.id - PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, mencatatkan kinerja positif dalam aktivitas operasi produksi dan keuangan sepanjang kuartal I 2019.

Hal itu ditunjukkan dari realisasi produksi minyak yang mencapai 82.222 BOPD atau 101 persen dari sasaran RKAP 81.046 BOPD dan 99 persen dari target APBN, yaitu 83.363 BOPD. Adapun produksi gas 967,62 MMSCFD atau  100 persen target dari sasaran RKAP yaitu 968,16 MMSCFD dan  Prognosa 2019 sebesar 970,72 MMSCFD.

Dari sisi finansial, Pertamina EP juga memperlihatkan kinerja di atas proyeksi. Hal itu dibuktikan dari raihan pendapatan sepanjang kuartal I 2019 yang mencapai USD 693 juta, naik dibandingkan periode sama 2018 yang tercatat USD 675 juta. Pendapatan  perusahaan berasal dari penjualan minyak senilai USD 353,54 juta dan gas USD 339,56 juta.

“Profit after tax kami juga naik dari USD 140 juta pada kuartal I 2018 menjadi USD167 juta pada kuartal I 2019,” ujar Direktur Operasi dan Produksi PT Pertamina EP, Chalid Said Salim saat  berbicara pada media gathering di Jakarta, Senin (15/4/2019). Hadir dalam acara tersebut General Manager Pertamina EP Asset 5 Irwan Zuhri, Vice President Legal and Relations Pertamina EP Edy Sunaedy.dan Public Relations Manager Pertamina EP Hermansyah Y Nasroen.

Chalid mengatakan, peningkatan pendapatan dan laba bersih ditopang peningkatan produksi minyak dari 74.500 BOPD pada kuartal I 2018 menjadi 82 ribu BOPD pada kuartal I 2019. Peningkatan kinerja juga ditopang kenaikan harga jual ICP. Pada awal 2018  ICP USD 48 per barel, di akhir 2018 menembus level USD 70 per barel dan terus bertahan dengan kecenderungan fluktuatif pada kuartal I 2019. “Sedangkan asumsi harga gas USD 6,08 per MSCF,” ujarnya.

Pertamina EP tahun ini memproyeksikan produksi migas 252,43 MBOEPD, terdiri atas produksi minyak 85 ribu BOPD dan gas 970 MMSCFD. Pada 2018, realisasi produksi minyak PEP mencapai 79.445 BOPD atau 98 persen dari target 81.142 BOPD  dan gas 1.016,74 MMSCFD atau 102 persen dari target 994,01 MMSCFD.

Untuk mencapai target itu, manajemen Pertamina EP menyiapkan 1.514 pemboran sumur. Ini terdiri atas 1.146 sumur target Well Intervention (WI), 264 sumur target Work Over (WO), dan 104 sumur target Bor.

Sementara, GM Pertamina EP Asset 5 Irwan Zuhri, menambahkan, Pertamina EP di area Kalimantan mencatatkan produksi minyak 17.616 BOPD dari target 18,278 BOPD dan gas 16,366 MMSCFD dari target 15.66 MMSCFD. “Pertamina EP Asset 5 adalah backbone untuk produksi minyak Pertamina EP, sedangkan gas  Pertamina EP Aset 2,” katanya.

Irwan memproyeksikan produksi minyak Pertamina EP Asset 5 tahun ini menembus 20 ribu BOPD dan gas tetap di level 15 MMSCFD.  Ia mengakui target tersebut cukup menantang tapi bisa terealisasi dengan kegiatan pengeboran. Pada 2019, Pertamina EP Asset 5 akan ada pengeboran, terbanyak di Bunyu 15 sumur, Sangasanga 12 sumur, Tarakan 11 sumur, Sangata 6 sumur, dan Project EOR Tanjung 5 sumur.

“Total 49 sumur, tiga sumur carry over. Kami juga akan lakukan kegiatan WO dan WI terbanyakn WO di Bunyu dan Sangasanga serta subservice reservoir penyebaran terbatas,” pungkasnya. (mdo)

Berita Terkait


Baca Juga !.