Megapolitan

Kisah Bocah Warga Bekasi yang Diculik dan Dieksploitasi Jadi Pengemis

Redaktur:
Kisah Bocah Warga Bekasi yang Diculik dan Dieksploitasi Jadi Pengemis - Megapolitan

PENCULIK - Anggraeni, 55, perempuan tua yang jadi penculik ASA, balita asal Kota Bekasi. Foto: Iwan Tri Wahyudi/INDOPOS

indopos.co.id - Usai sudah penantian Aprilia Lestari, 18, ibunda balita berinisial ASA (usia 3 tahun) yang diculik dan hilang selama lima hari. ASA ditemukan di Stasiun Pasar Senen bersama perempuan paruhbaya bernama Anggraeni, 55 yang menculiknya.

DENY ISKANDAR, Kota Bekasi

Hilangnya ASA selama lima hari membuat ibudannya Aprilia, gundah gulana. Tiap hari dia memikirkan buah hatinya tersebut. ASA yang tinggal di Bintara Jaya III, Kelurahan Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, hilang saat bermain di halaman Masjid Al Amin, dekat rumahnya.

Biasanya, ASA usai bermain selalu pulang ke rumah. Halaman masjid itu memang menjadi tempat ASA bermain bersama rekan-rekan sebayanya. Namun, Jumat (9/4/2019), ASA tak kembali ke rumahnya usai bermain. Tidak pulangnya ASA membuat orangtuanya panik.

Hasil penelusuran CCTV masjid, ASA dibawa seorang perempuan tua. Kasus dugaan penculikan itu pun dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota. Bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, polisi akhirnya berhasil membekuk pelakunya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kasus itu terungkap setelah polisi membuat sketsa wajah pembawa ASA berdasarkan CCTV. ”Sketsa wajah kemudian disebar melalui media dan media sosial,” terangnya Senin (15/4/2019).

Polisi yang menyediakan call center lantas mendapatkan informasi dari masyarakat. ”Setelah ada laporan masuk, kami telusuri jalan dan kita temukan tersangka di masjid depan Stasiun Senen. Kita temukan tersangka dengan anak kecil korban ini,” ucap Argo juga.

Pelaku dan korban kemudian diamankan di Polda Metro Jaya. Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku membawa korban untuk mengemis. ”Semakin kecil anak yang dibawa, semakin iba orang yang melihatnya. Jadi ASA ini dieksploitasi untuk mengemis,” paparnya juga.

Kini, Aprilia bersama buah hatinya sudah berkumpul lagi. Aprilia mengaku, informasi penemuan ASA berawal laporan seorang warga kepada dirinya. Ketika itu, warga melihat anaknya yang sudah lima hari hilang berada di Stasiun Jatinegara dan di wilayah Kebayoran Lama.

”Warga lalu membuka halaman Facebook saya, lalu mencocokan puteri saya yang hilang diculik. Kemudian baru saya dikasih tahu," kata Aprilia, Senin (14/4/2019).

Setelah mendapat laporan warga, dirinya melanjutkan laporan ke Polda Metro Jaya. Akhirnya, Aprilia bersama-sama kepolisian mencari. "Baru ketemu saat polisi hendak salat jumat di depan sebuah masjid Stasiun Pasar Senen," katanya. Usai pelaku ditangkapnya, Apriliana mengaku sempat bertemu dengan perempuan penculik anaknya.

”Saat ditanya, ibu itu mengaku mau ke Bogor naik KRL. Ngomongnya gitu ngalor ngidul lah kaya orang ngelantur gitu. Dia enggak ngaku, enggak nyesel lagi, dia bilang anak saya sebagai cucunya gitu. Pikun sih enggak, diajak ngomong nyambung. Cuma plintat plintut," katanya.

ASA selama ini tinggal bersama ibu kandungnya Apriliana di rumah neneknya Sri Wahyuni, 35. Apriliana menjadi single parents untuk anak semata wayangnya itu setelah berpisah dengan suaminya. (*)

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Megapolitan / Asyiknya Bermain dan Belajar di RPTRA Gondangdia (2-Habis)

Megapolitan / Asyiknya Bermain dan Belajar di RPTRA Gondangdia (1)

Megapolitan / "Yakin", Burung Cinta yang Dihargai Rp500 Juta Lebih

Megapolitan / Menari, Metode Sederhana untuk Mengetahui Penyakit Jantung


Baca Juga !.