Nasional

Perlu Sinergi untuk Dukung Industri Dirgantara dan Antariksa

Redaktur: Ali Rahman
Perlu Sinergi untuk Dukung Industri Dirgantara dan Antariksa - Nasional

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), menggelar Pre-Summit 2019, Penyusunan Cetak Biru Industri Dirgantara Nasional, di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (16/4/2019). Foto: Deri Ahirianto/INDOPOS

indopos.co.id - Hal itu diungkapkan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, saat Pre-summit I 2019, Penyusunan Cetak Biru Industri Dirgantara Nasionak, di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

"Di dalam industri ini memang diperlukan sinergi," ujarnya.

Lebih lanjut Thomas mengatakan, di negara maju, lembaga penerbangan dan antariksa punya posisi strategis. Misalnya di RRT, pejabatnya setingkat menteri.
"Di India, anggaran ke antariksaan, penerbangan termasuk di dalamnya, tidak terbatas," jelasnya.

Lebih lanjut Thomas mengatakan, industri penerbangan dan antariksa, dapat mendukung sektor lain. Sinergi ini yang diperlukan. "Sekarang pemerintah membangun tol laut. Darat juga diperkuat, dengan perbaikan infrastruktur. Udara juga.

Sebab masih ada daerah yang sulit dijangkau, oleh tol laut dan darat," bebernya.
Nah, pesawat N219 yang dimiliki Indonesia, dapat mendukung tol udara. Menurut Thomas, sekarang ada permintaan konektifitas pulau-pulau terpencil atau pulau-pulau kecil.

"Untuk jadi tujuan wisata. Itu dibutuhkan transportasi yang cepat. Pesawat N219 dapat menjawab kebutuhan itu. Sebab pesawat itu dikembangkan menjadi amphibi," beber Thomas.

Sementara itu, gelaran Pre Summit 2019 dihadiri berbagai asosiasi profesi penerbangan di Indonesia. Seperti IAEC (Indonesia Aeronautical Engineering Center), IAMSA (Abbreviation of Indonesian Aircraft Maintenance Services Association), INACOM (Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association).

Ketua Panitia Aerosummit, Gunawan Setyo Prabowo mengatakan, acara yang memiliki tema Penyusunan Cetak Biru Industri Dirgantara Nasional ini bertujuan untuk mempererat sinergisitas dan mitra kerja sama dalam mempercepat transformasi kluster dalam industri dirgantara.

"Hal ini untuk mewujudkan ekosistem industri 4.0 yang didukung oleh riset dan pengembangan teknologi dibidang penerbangan dan antariksa," pungkasnya. (dai)

 

Berita Terkait


Baca Juga !.