Penambahan Kuota Haji Kurangi Daftar Tunggu

Redaktur: Riznal Faisal
Penambahan Kuota Haji Kurangi Daftar Tunggu -

Mentri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Charlie Lopulua/INDOPOS

indopos.co.id - Para calon jamaah haji Indonesia bisa sedikit bernafas lega dengan penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Sadzily mengatakan, penambahan kuota ini akan mengurangi daftar tunggu jamaah haji Indonesia yang saat ini rata-rata mencapai 18 tahun.

“Bahkan di daerah Sulawesi Selatan, daftar tunggu jamaah haji mencapai 40 tahun," ujar Ace, Rabu (17/4/2019). Menurut politikus Partai Golkar itu, saat ini kuota jemaah haji sebanyak 221.000 jamaah.

Menurut Ace, tambahan ini merupakan upaya diplomasi Presiden Jokowi yang secara khusus kepada Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Keputusan penambahan kuota haji ini disampaikan saat pertemuan Presiden Jokowi dengan Raja Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman di Istana Pribadi Raja (Al-Qahr al-Khas) di Riyadh, Minggu, 14 April lalu. 

"Kalau bukan karena memiliki kedekatan diplomatik antara pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini, penambahan ini sulit untuk dilakukan. Karena itu, sebagai pimpinan Komisi VIII, kami patut mengapresiasi atas hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi ini," imbuhnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid juga menyambut baik adanya penambahan kuota haji ini. Sebab itu, DPR akan segera mengundang Kemenag untuk membahas soal tambahan anggaran terkait penambahan kuota haji ini."Kemenag agar segera mempersiapkan akomodasi dan transportasi untuk tambahan jamaah ini," kata Sodik, Rabu (17/4).

Politikus partai Gerindra itu berharap, kebijakan ini menjadi janji nyata dari pemerintah Saudi. Sebab, ada beberapa janji, seperti pembayaran bagi korban musibah jatuhnya crane di Masjid Al Haram di Makkah, yang hingga kini belum lunas.

Sodik berharap Kerajaan Saudi sudah mempertimbangkan dengan matang penambahan kuota haji bagi Indonesia ini. Terutama, yang berkaitan dengan rasio kapasitas tenda di tanah suci. "Jangan seperti tahun kemarin di mana jamaah tidur dan tinggal bertumpuk dalam tenda di Mina," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin membenarkan bakal ada pembahasan bersama DPR soal bertambahnya 10 ribu kuota haji Indonesia pada tahun operasional 1440 H/2019.

"Info tentang penambahan kuota benar adanya. Saat ini, tambahan kuota tersebut juga sudah masuk dalam sistem e-Hajj Saudi. Sebagai tindak lanjut, kami akan segera melakukan pembahasan dengan DPR," ucapnya, Rabu (17/4).

Menurut Lukman, pembahasan dengan DPR dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) perlu segera dilakukan karena penambahan kuota berimplikasi pada sejumlah hal yang kompleks.

Pertama, terkait biaya penyelenggaraan. Kemenag bersama DPR telah menyepakati Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) 1440H/2019M dengan skema kuota 221 ribu, terdiri dari 204 ribu jemaah haji reguler dan 17 ribu jemaah haji khusus.

Rata-rata BPIH untuk jemaah haji reguler tahun ini, Rp 35.235.602 atau setara 2.481 dolar AS. Diketahui biaya haji 2019 menggunakan dana optimalisasi sebesar Rp 7,039 triliun untuk 204.000 jamaah.

"Itu artinya untuk 10.000 jamaah baru sebagai tambahan kuota diperlukan tambahan biaya tak kurang dari Rp 346 miliar. Penambahan kuota itu juga berdampak pada penambahan sekitar 25 kloter baru dan penambahan sekitar 125 petugas kloter. Maka perlu dibahas kembali hal-hal yang terkait dengan sumber biayanya," jelas Lukman.

Kemudian, sambung Lukman, terkait pengadaan layanan haji, baik di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, penambahan kuota akan mempengaruhi proses penyiapan dokumen dan manasik jemaah haji. Kini, ujar Lukman, proses penerbitan visa saat dengan rekam biometrik sedang berjalan dan hampir selesai.

"Kami (Kemenag, Red) harus mendistribusikan kembali tambahan kuota ini ke tingkat provinsi. Kami juga harus menambah petugas kloter. Jumlah 10 ribu setidaknya akan terdistribusi dalam kurang lebih 25 penerbangan. Setiap penerbangan harus ada lima petugas kloter," paparnya. (aen)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.