Megapolitan

Meriahnya TPS 168 dan 169 yang Bertemakan Pewayangan

Redaktur:
Meriahnya TPS 168 dan 169 yang Bertemakan Pewayangan - Megapolitan

UNIK - Kemeriahan di TPS 168 dan 169, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2019). Foto: Nasuha/INDOPOS

indopos.co.id - Ribuan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Indonesia kemarin melayani Daftar Pemilih Tetap (DPT). Berbagai persiapan dilakukan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Berbagai cara dilakukan demi meningkatkan partisipasi pemilih. Salah satu yang menarik adalah TPS 168 dan TPS 169 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.

NASUHA, Jakarta

MATAHARI pagi baru saja keluar. Jam dinding baru menunjukkan pukul 07.00 WIB. Tapi aktivitas warga sudah nampak di sejumlah TPS. Salah satunya di TPS 168 dan TPS 169 Lubang Buaya, Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur. Ada yang menarik di TPK tersebut.

Baru menjejakkan kaki di Jalan Kramat III, Cipayung pemilih bisa menemukan pintu selamat datang yang terbuat dari janur atau pelepah daun kelapa muda yang dibuat melengkung.

Ada ucapan ”Selamat Datang” di TPS 168 dan 169 RT 06 Lubang Buaya, Kelurahan Cipayung. Beberapa tanaman bunga menghias di pinggir jalan. Dan sepasang ondel-ondel ada di sisi kanan dan kiri pintu selamat datang.

Untuk tiba di TPS 168 dan TPS 169 pemilih harus berjalan 20 Meter dari pintu selamat datang. Di lokasi TPS lagi-lagi ditemukan hiasan janur layaknya pesta pernikahan. Setibanya di TPS, pemilih disambut oleh seorang petugas keamanan. Pemilih sejurus dipersilahkan duduk antre untuk menyalurkan hak suaranya, usai menyerahkan undangan C1 di petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

”Unik ya, bagus banget. Kostum yang dipakai petugas KPPS tokoh pewayangan,” ucap salah seorang warga yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 168. Ucapan itu diamini beberapa pemilih lainnya.

Rupanya kostum yang dikenakan para petugas KPPS menarik perhatian para pemilih. Di TPS 168 ada tujuh KPPS yang mengenakan kostum tokoh pewayangan.

Demikian di TPS 169 juga terdapat tujuh KPPS yang mengenakan kostum tokoh pewayangan. Dua TPS ini menjadi tontonan warga di luar RT 06. Mereka hanya sekedar melihat dan berswafoto di kedua TPS yang bersebelahan ini.

Hingga siang hari warga RT 06 terus berdatangan di TPS 168 dan TPS 169. Mereka sangat antusias menyalurkan hak suaranya. Yang menarik lagi dari kedua TPS ini, para pemilih yang terdaftar dalam DPT, usai mencoblos mereka dipersilahkan untuk menyantap makan siang. Beberapa ibu-ibu PKK sudah menyiapkan hidangan. Ada menu rica-rica ayam, kentang balado hingga buah pisang yang digantung berjejer.

Hari yang cerah sangat mendukung pelaksanaan pemilu berjalan dengan lancar. Tapi bagi para KPPS yang berpakaian ala tokoh pewayangan itu menjadi musibah. Mereka nampak kepanasan. ”Suhu udara cukup panas ya,” keluh salah seorang KPPS.

Tapi, itu semua sudah dipersiapan para KPPS di TPS 168 dan TPS 169. Mereka sudah menyiapkan dua unit mesin kipas angin berukuran besar di masing-masing TPS. Ketua RT 06 Cemung, adalah sosok di belakang pembuatan TPS 168 dan TPS 169. Dia menginginkan seluruh warga RT 06 agar mau menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2019.

”Saya ingin TPS ini unik dan berbeda dengan yang lain. Kalau memakai kostum adat Jawa atau Betawi sudah sering dan banyak,” ujar pria 45 tahun tersebut kepada INDOPOS, Rabu (17/4/2019).

Pria yang dikaruniai tiga orang anak dari perkawinannya dengan Iwuk Dwiyati ini mengatakan, biaya pembuatan kedua TPS berasal dari iuran warga di RT 06. Iuran dilakukan setelah beberapa pengurus dan warga RT 06 melakukan rapat bersama.

Dalam rapat tersebut, masih ujar Cemung diputuskan setiap warga tetap wajib meng-iur Rp50 ribu. Sementara warga yang tidak tetap atau kontrak hanya iur secara sukarela. ”TPS 168 dan TPS 169 hanya untuk warga RT 06,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, jumlah DPT di RT 06 sebanyak 560 an orang. Jumlah DPT tersebut dibagi dalam dua TPS. Persiapan pembuatan TPS unik, menurutnya dilakukan selama dua hari. Dalam pembagian kostum tokoh pewayangan tersebut dilakukan secara acak. ”Ada 14 tokoh pewayangan. Seperti: Janaka, Hanoman, Werkudara, Arjuna, Srikandi, Burisrawa, Gatotkaca, Drupadi dan tokoh pewayangan yang lain,” bebernya.

Suami Iwuk Dwiyati ini menyebutkan, persiapan merias para KPPS dilakukan sejak pukul 04.00 WIB, selesai pukul 07.00 WIB. Untuk merias 14 orang KPPS dilakukan oleh lima orang penata rias. Iwuk bercerita, gelak tawa para KPPS tak terelakkan, saat mereka dirias. ”Kita saat dirias tidak saling mengenal, jadi pada ketawa,” ucap Cemung tertawa geli.

Dia menuturkan, penataan TPS unik di 168 dan 169 mengundang semua DPT. Sampai pukul 13.00 WIB pelaksanaan pemilu sudah selesai. ”Alhamdulillah semua datang, tidak ada yang golput. Saking ramainya, pak Lurah sampai nyoblos datang di TPS 168,” pungkasnya. (*)

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.