Megapolitan

Kompaknya Petugas TPS 20 Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor

Redaktur:
Kompaknya Petugas TPS 20 Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor - Megapolitan

UNIK - Petugas KPPS 20 mengenakan seragam SD untuk menarik warga menggunakan hak pilihnya. Foto: Sofiansyah/radar bogor/indopos group

indopos.co.id - Berbagai cara unik dilakukan warga agar TPS didaerahnya beda dari yang lain. Seperti TPS 20, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Di sana, anggota KPPS mengenakan seragam SD. Ada pesan moral dalam pengenaan seragam SD tersebut. Seperti apa?

Pemandangan tak biasa hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 20, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Pasalnya, di TPS yang berlokasi di Kampung Bojong Neros, RT 03/07, Kelurahan Curug, itu, para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengenakan seragam Sekolah Dasar (SD).

Kontan, tampilan kocak anggota KPPS membuat warga yang baru mengetahuinya tertawa. Kebanyakan warga tersenyum simpul saat melakukan pencoblosan di tempat tersebut.

Sekretaris KPPS TPS 20 Irwansyah mengaku, baru pertama kali melakukan konsep unik dalam pemilihan umum (Pemilu). Pemilihan tema karena panitia ingin menyampaikan pesan pendidikan kepada para pemilih. Terpenting menarik minat masyarakat agar mau menyalurkan hak pilihnya.

”Yang paling penting kita menarik DPT untuk memilih, karena tahun sebelumnya 70 persen. Kita ingin warga pemilik hak pilih 100 persen melakukan pencoblosan,” ujarnya kepada Radar Bogor (INDOPOS Group), Rabu (17/4/2019).

Irwansyah mengaku anggaran yang digunakan untuk memenuhi konsep itu berasal dari kocek sendiri para anggota KPPS. Satu orang patungan Rp 100 ribu. Sebab anggaran yang disediakan pemerintah tak cukup. Apalagi pihaknya perlu menyewa vila untuk menyediakan TPS.

”Kita kan sewa vila di sini, akhirnya kita patungan Rp 100 ribu untuk keperluan peralatan dari atribut sampai di dalam, dengan semangat yang luar biasa dari tim. Lima tahun sekali tidak apa-apa. Kapan lagi ya,” katanya.

Dibalik konsep yang disuguhkan, Irwansyah ingin pemimpin baik di eksekutif maupun legislatif yang berhasil duduk hingga lima tahun ke depan bisa lebih memperhatikan pendidikan di Indonesia. Sebab dia merasa masih kurang perhatian yang diberikan.

”Mohon nanti caleg yang jadi anggota DPR, DPRD, DPD dan Presiden ketika sudah terpilih tolong diperhatikan pendidikan di Indonesia agar lebih baik lagi,” pungkasnya. (gal)

Berita Terkait

Megapolitan / Hanya Satu Kursi, PPP DKI Berbenah Diri

Politik / Jaman Gagas Buka Puasa Bersama 01 dan 02

Nasional / Gedung Bawaslu Masih Ditutup

Politik / Prabowo Pantau Langsung Persiapan Gugatan

Megapolitan / Walhi: Penerbitan Izin di Masa Transisi Harus Diwaspadai


Baca Juga !.