Bola Dunia

Setelah Drama dan Air Mata

Redaktur: Maximus thomas woda Wangge
Setelah Drama dan Air Mata - Bola Dunia

Gelandang Manchester City Kevin De Bruyne. Foto: Oli SCARFF / AFP

indopos.co.id - Manchester City kembali bertemu Tottenham Hotspur. Pertemuan setelah Spurs sukses membuat tactician City Pep Guardiola, anak asuhnya, dan fans City meneteskan air mata dalam drama Rabu malam (17/4/2019) di leg kedua perempat final Liga Champions. Spurs mengandaskan asa City mengangkat Si Kuping Lebar -sebutan trofi Liga Champions.

The Lilywhites -julukan Spurs- bakal datang memberi petaka lagi bagi David Silva dkk malam nanti WIB (Siaran langsung beIN Sports 1 pukul 18.30 WIB). ''Gagal memenanginya, maka siap-siap saja satu trofi lagi yang melayang,'' sebut mantan bek City Danny Mills seperti dikutip talkSPORT.

Ya, Spurs berpeluang menyulitkan laju skuad berjuluk The Citizens tersebut dalam race-nya dengan Liverpool di empat matchweek terakhir. Apalagi pada tengah pekan nanti City pun harus kembali melakoni big match menantang Manchester United dalam derby di Old Trafford (25/4/2019).

Tiga poin meleset, maka City takkan menyalip 85 poin Liverpool yang baru memainkan laga ke-35 melawan Cardiff City besok. Di atas kertas, The Reds -julukan Liverpool- memiliki potensi koleksi 88 poin. Dengan 83 poin, City butuh poin sempurna dari dua big match-nya ini. ''Ini laga terpenting City lainnya,'' lanjut bek City era 2000-an yang sekarang menjadi pundit di BBC Radio Five Live itu.

Gelandang City Bernardo Silva kepada Manchester Evening News mengklaim rekannya tak lagi terbebani dengan kekalahan Rabu malam kemarin. ''Ini bukan soal balas dendam. Tapi, ini tentang bagaimana kami mempertahankan jalan kami sendiri dalam perburan gelar (Premier League). Meski kami membawa kekecewaan dari tengah pekan kemarin,'' kata Bernardo.

Faktanya kegagalan di Liga Champions kemarin hanya tentang kalah gol tandang. Hasil 90 menit masih tetap memenangkan klub milik Sheikh Mansour tersebut. City menumbangkan Spurs 4-3. ''Kami akan coba memenanginya dengan cara sama seperti yang telah kami lakukan. Kami tahu, mereka bisa menyulitkan kami,'' koar Bernardo.

Masih ada pelajaran yang harus jadi kewaspadaan jika berhadapan dengan Spurs. Antara Son Heung-min dan kecolongan pada ¾ laga. Dua gol penentu sukses Spurs terjadi pada menit-menit ke-75 ke atas. Sama seperti apa kata Bernardo, Pep tak mau kegagalan tengah pekan jadi bumerang bagi fokus pemainnya. ''Kami harus mampu mengendalikan emosi kami,'' sebut Pep, dalam konferensi pers di Etihad Campus, Manchester, tadi malam WIB.

Pep sudah memetik pelajaran dari drama di Liga Champions. ''Bola-bola panjang kepada (Fernando) Llorente atau (Lucas) Moura dan set pieces yang bagus,'' beber Pep yang dalam dua  musim terakhir selalu sukses mengungguli racikan Mauricio Pochettino (pelatih Spurs) di ajang Premier League itu.

James Milner, gelandang Liverpool yang juga mantan pemain City, menyebut City tidak akan mengulang performanya seperti tengah pekan kemarin. ''Mereka (City) klub juara Premier League. Ssaya yakin mereka bakal bereaksi layaknya klub juara akhir pekan ini,'' ungkap Millie -sapaan akrab Milner, dikutip Liverpool Echo.

Terlepas dari City yang unbeaten melawan Spurs di laga domestik sejak 2 Oktober 2016, Spurs juga diklaim media-media di London takkan bermain seimpresif sebelumnya. Fokus Liga Champions. Sebab, dengan berharap mengangkat trofi Liga Champions, finis posisi berapa pun Hugo Lloris dkk tetap lolos ke Liga Champions musim depan.

Pochettino dikutip dari BBC Sport berkoar bisa menyulitkan City. ''Sebab, Sabtu (malam nanti) adalah saatnya kami bertarung kembali dan menunjukkan kapasitas kami dalam memberi tantangan bagi mereka (City) lagi,'' sebut Poche -sapaan akrab Pochettino. (koc)

Berita Terkait


Baca Juga !.