Headline

Pahami Metode Konversi Suara Menjadi Kursi Parpol Hasil Pemilu 2019

Redaktur: Ali Rahman
Pahami Metode Konversi Suara Menjadi Kursi Parpol Hasil Pemilu 2019 - Headline

ilustrasi tentang tata cara pembagian kursi

indopos.co.id - Rekapitulasi penghitungan suara sedang dilakukan oleh jajaran KPU RI. Terkait hal itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Bahtiar meminta calon anggota legislatif (Caleg), saksi dan penyelenggara pemilihan umum (Pemilu), wajib memahami metode konversi suara menjadi kursi parpol hasil Pemilu 2019. Pasalnya, metode hitung perolehan suara menjadi kursi parpol Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu sebelumnya yang menggunakan metode Konversi Sainte Laque.

"Semua Caleg, saksi dan penyelenggara Pemilu wajib memahami metode penghitungan suara Pileg 2019, karena metodenya berbeda dengan Pileg sebelumnya. Tahun ini menggunakan metode Konversi Sainte Laque," ujar Bahtiar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu Dan Demokrasi (SPD) August Mellaznmengatakan, metode penghitungan menjadi salah satu perangkat teknis sistem pemilu. Yakni untuk mengubah suara partai menjadi kursi. Hal itu erat kaitannya dengan besaran dapil, ambang batas perwakilan dan jumlah partai.

"Efek metode hitung dalam mentransfer suara partai menjadi kursi, terkait erat dengan perangkat teknis lainnya. Seperti besaran dapil (district magnitude), besaran ambang batas perwakilan. Serta Jumlah partai dalam penghitungan suara-kursi," jelas August.

Berikut simulasi konversi perolehan suara ke kursi parlemen dalam suatu daerah pemilihan (dapil) jika terdapat 5 kursi.

Penentuan kursi pertama, setiap partai yang sudah memenuhi ambang batas akan dibagi angka 1.

Partai A: 64.000/1 = 64.000
Partai B: 18.000/1 = 18.000
Partai C: 15.000/1 = 15.000
Partai D: 8.600/1 = 8.600
Partai E: 8.000/1 = 8.000
Partai F: 7.600/1 = 7.600

Berdasarkan hasil pembagian itu, Partai A akan mendapatkan kursi pertama di dapil tersebut.

Penentuan kursi kedua
Partai A yang sudah mendapatkan satu kursi selanjutnya akan dibagi dengan angka 3.

Partai A: 64.000/3 = 21.333
Partai B: 18.000/1 = 18.000
Partai C: 15.000/1 = 15.000
Partai D: 8.600/1 = 8.600
Partai E: 8.000/1 = 8.000
Partai F: 7.600/1 = 7.600

Partai A mendapatkan kursi kedua di dapil tersebut.

Penentuan kursi ketiga
Partai A yang sudah mendapatkan dua kursi selanjutnya akan dibagi dengan angka 5.

Partai A: 64.000/5 = 12.800
Partai B: 18.000/1 = 18.000
Partai C: 15.000/1 = 15.000
Partai D: 8.600/1 = 8.600
Partai E: 8.000/1 = 8.000
Partai F: 7.600/1 = 7.600

Partai B mendapatkan kursi ketiga di dapil tersebut.

Penentuan kursi keempat
Partai A dibagi dengan angka 5 dan Partai B dibagi angka 3.

Partai A: 64.000/5 = 12.800
Partai B: 18.000/3 = 6.000
Partai C: 15.000/1 = 15.000
Partai D: 8.600/1 = 8.600
Partai E: 8.000/1 = 8.000
Partai F: 7.600/1 = 7.600

Partai C mendapatkan kursi keempat di dapil tersebut.

Penentuan kursi kelima
Partai A dibagi dengan angka 5. Sedangkan Partai B dan Partai C dibagi angka 3.

Partai A: 64.000/5 = 12.800
Partai B: 18.000/3 = 6.000
Partai C: 15.000/3 = 5.000
Partai D: 8.600/1 = 8.600
Partai E: 8.000/1 = 8.000
Partai F: 7.600/1 = 7.600

Partai A mendapatkan kursi kelima

Berdasarkan perhitungan suara di atas, 5 kursi di dapil tersebut diberikan 3 kepada Partai A, 1 Partai B dan 1 Partai C. (dai)

 

Berita Terkait

Headline / Pengunjung Pasar Tanah Abang Tambah Ramai

Megapolitan / MK Putuskan Gugatan Prabowo Maksimal 14 Hari

Megapolitan / Delapan Kompi TNI/Polri Amankan Mahkamah Konstitusi

Politik / Penetapan Caleg Daerah Tunggu Juknis KPU-RI

Headline / Kawasan Thamrin Kembali Normal


Baca Juga !.