Dituduh Bohong, Lembaga Survei Baper

indopos.co.id – Sejumlah lembaga survei mengaku terbawa perasaan (baper) dan emosional, usai merilis hasil Quick Count (hitung cepat) pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Pasalnya, tidak sedikit tudingan miring dialamatkan kepada mereka. Seperti dibilang bohong dan sebagainya.

“Kita sudah susah payah, namun dibilang bohong, baper nih. Bikin sampel aja berminggu-minggu. Kami kaji terus,” ujar penanggungjawab IndoBarometer, Asep Syaipudin saat Expose Data Hasil Quick Count Pemilu 2019 yang digelar Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi), di sebuah hotel di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).

Dia menambahkan, hitung cepat dirancang sedemikian rupa. Supaya akurat dan cepat. “Kita kejar goal -nya seperti itu. Dan sekali lagi quick count itu bukan hasil final. Dan kami tidak berani mendeklarasikan paslon ini menang. Kami hanya menggambarkan saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Charta Politika, Yunarto Wijaya, yang juga Sekretaris Jenderal Persepi mengatakan, lembaga survei sepakat untuk membuka proses yang dilakukan saat quick count. “Ini kita buka data selebar-lebarnya. Kami bisa membuka proses yang kami lakukan, sehingga tuduhan-tuduhan itu tidak ada lagi lagi. Kemudian ada yang menyimpulkan kemenangannya, juga harus membuka ke publik,” jelasnya.

Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menambahkan, fungsi hitung cepat merupakan bagian dari partisipasi masyarakat. “Fungsinya ikut membantu mengontrol supaya pemilu berjalan demokratis. Bukan untuk membantu kecurangan. Jadi fungsi dasar quick count itu, bukan cepat-cepatan dapat hasil. Itu bagian saja,” ujarnya.

Djayadi menambahkan, quick count bukanlah hal yang baru. Di pemilu sebelumnya juga sudah dilakukan serta di Pilkada. “Secara umum tidak masalah. Jadi masyarakat dan politisi sudah biasa,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi menambahkan, pada dasarnya quick count dijadikan alat kontrol kecurangan. “Kalau quick count dapat memberikan informasi siapa yang menang, itu bonus,” ujarnya. (dai)

Komentar telah ditutup.