Kalau Tidak Bias, Sampel 4 Ribu Dapat Mewakili 800 Ribu TPS

indopos.co.id – Polemik hasil hitung cepat atau quick count, masih terus bergulir. Ketua Dewan Etik Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) Hamdi Muluk mengatakan apa mungkin 4 ribu sampel mewakili 800 ribu TPS di seluruh Indonesia.

“Saya mau katakan bisa. Asalkan sampelnya tidak bias, yaitu randominisasinya maksimal,” ujarnya saat Expose Data Hasil Quick Count Pemilu 2019 yang digelar Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi) melakukan Expose Data Hasil Quick Count Pemilu 2019 di sebuah hotel di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019). 

Sebab kata Hamdi, saat ini ada logika yang salah beredar di publik. Yakni makin banyak sampel makin bagus. “Persoalan dari sampel bukan jumlah yang banyak. Tapi apakah random,” ujar Hamdi.

Lebih lanjut dia menambahkan, kalau mengumpulkan 200 ribu TPS semuanya dari basis-basis wilayah pendukung saya, menanglah saya. “Itu namanya bias,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Etik Persepi Asep Syaifudin, menambahkan, pihaknya bersyukur jalannya pemilu berjalan lancar. Terkait hasil hitung cepat dia juga meminta tidak baper (terbawa perasaan). “Jadi apapun hasilnya tidak perlu baper. Kalau tidak percaya, metodenya dilihat. Jadi saya hanya mengatakan itu,” pungkasnya. (dai)

Komentar telah ditutup.