Ketua KPPS Dianiaya Pendukung Caleg

indopos.co.id – Kasus penganiayaan ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan Empoang, Jeneponto, Sulawesi Selatan, tengah diselidiki kepolisian. Sejumlah saksi diperiksa.

Kasus itu terkait dengan hasil pelaksanaan Pemilu 2019. “Anggota sudah mulai melakukan pemeriksaan saksi-saksi setelah tindakan penganiayaan itu terjadi,” ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Polisi Dicky Sondani di Makassar, Sabtu (20/4/2019).

Ia mengatakan, kasus pemukulan terhadap Ketua KPPS Empoang Baharuddin Efendi, 31, terjadi pada Jumat (18/4/2019) jelang sore di kantor Lurah Empoang. Effendi mengalami luka-luka lebam pada tubuhnya.

Berdasarkan informasi, korban dianiaya oleh massa pendukung salah seorang caleg DPRD. Sebelum penganiayaan, korban mendapat pesan singkat via WhatsApp bahwa dirinya diminta berkumpul di kantor Lurah Empoang.

Setelah sampai di kelurahan, sudah banyak orang berkumpul. “Jadi pada saat korban sudah berada di kantor lurah, kan banyak orang di situ dan saat itu ada warga yang mengajaknya masuk kantor lurah dan di situlah korban dianiaya menggunakan kepalan tangan. Setelah mendapat beberapa pukulan, korban berhasil melarikan diri dan masuk di ruangannya,” kata Dicky.

“Untuk hasil penyelidikan sementara, pelaku adalah warga Desa Tanjonga, Kecamatan Turatea dan dikoordinir oleh Kepala Desa Tanjonga inisial RM. Istri kepala desa ini juga masuk sebagai caleg,” ungkap Dicky. (ant)

Komentar telah ditutup.