Soal Kartini, Ini Kata MUI

indopos.co.id – RA. Kartini tak sekadar simbol perjuangan kaum perempuan Indonesia. Kartini yang lahir di Jepara pada 21 April 1879 itu juga menjadi inspirasi. Meski meninggal di usia sangat muda, 25 tahun, sepak terjangnya harum hingga kini. Dia diganjar sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia. Setiap 21 April, seperti hari ini, sebagai momentum mengenang, diperingati sebagai Hari Kartini.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan, Kartini merupakan simbol kesetaraan antara pria dan perempuan. ’’Kemuliaan seseorang tidak diukur dari jenis kelamin. Tapi sejauh mana memberi kontribusi kemanfaatan bagi sesana,’’ ujarnya kepada INDOPOS, Minggu (21/4/2019).

Ditambahkan, akses penddikan, kesehatan, serta kesempatan berpasrtisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah tanggung jawab bersama.’’Tanpa diskriminasi,’’ tegasnya.

Seperti diketahui, hari ini (21/4/2019) diperingati sebagai Hari Kartini. Peringatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada tanggal tersebut. Semangat dan perjuangan Kartini diusung, terutama oleh para perempuan Indonesia. Dia disebut sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. (zul)

 

 
 
 
 

Komentar telah ditutup.