Headline

Ini Fatwa MUI soal Menyebar Hoaks

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Ini Fatwa MUI soal Menyebar Hoaks - Headline

Screenshot situs pemilu2019.kpu.go.id

indopos.co.id - Hati-hati dengan berita tidak benar. Termasuk terkait penghitungan suara sesudah Pemilu 2019. Di salah salah satu layanan grup aplikasi beredar info yang menyebutkan, perhitungan KPU resmi pukul 20.45 WIB, pasangan 02 sementara unggul 58,16 persen. Sedangkan pasangan 01 mendapat 41,84 persen. Dengan mencantumkan tulisan bahwa itu info valid, info dari seorang jenderal. Juga menyebutkan linkhttps://pemilu2019.kpu.go.id/#/ppwp/hitung-suara/. Selain itu, juga minta pesan tersebut disebarluaskan.

INDOPOS, Minggu siang ini (21/4/2019) melihat langsung situs pemilu2019.kpu.go.id. Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin masih unggul perolehan suara dibanding pasangan capres dan cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dikutip dari situs tersebut pada pukul 12.30.03 WIB, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 8.064.433 suara atau 53,99 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi meraih 6..871.741 suara atau 46.01 persen. Ini dari data yang masuk ke sistem informasi perhitungan suara  (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang berasal 78.405 tempat pemungutan suara (TPS). Sekadar diketahui, total ada 813.350 TPS.  

Soal berita tidak benar atau hoaks, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa. Itu dapat dilihat pada Fatwa MUI Nomor No. 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. MUI memutuskan hukum haram dalam penyebaran hoaks serta informasi bohong meskipun bertujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup. Selain penyebaran hoaks, dalam fatwa tersebut MUI juga mengharamkan ghibah (membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya), fitnah, namimah (adu domba), dan juga penyebaran permusuhan.

Dihubungi INDOPOS, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan, Pemilu 2019 telah selesai. Berlangsung secara damai. ’’Perlu kita syukuri,’’ ujarnya, Minggu (21/4/2019).

Usai pemilu, lanjutnya, perlu merekatkan tali persaudaraan. ’’Persaudaraan kebangsaan kita. Memperbanyak titik temu dan persamaan, serta mencegah pertentangan dan pertikaian,’’ ujarnya. Perbedaan, lanjutnya, adalah sunnatullah. '’Kekayaan yang perlu dikelola secara baik agar menjadi kekuatan,’’ imbuhnya. (zul)

 

 

 

 
 
 
 

 
 

Berita Terkait

Megapolitan / Hanya Satu Kursi, PPP DKI Berbenah Diri

Politik / Jaman Gagas Buka Puasa Bersama 01 dan 02

Nasional / Gedung Bawaslu Masih Ditutup

Headline / New Hope untuk Presiden Baru

Nasional / Harus Bisa Jahit Merah Putih


Baca Juga !.