Nasional

Makna Hari Kartini di Mata Perempuan Hebat

Redaktur: Muhammad Izzul Mutho
Makna Hari Kartini di Mata Perempuan Hebat - Nasional

 ilustrasi  RA Kartini

indopos.co.id - Perjuangan RA Kartini dalam menyejajarkan kaum perempuan menjadi motivasi bagi pegawai teladan di Kota Ternate, Suahiba M. Nur. "Kaum perempuan tidak boleh kalah dengan kaum laki-laki dalam berkarir. Apalagi regulasi yang ada memberi peluang seluas-luasnya kepada kaum perempuan," katanya di Ternate, Minggu (21/4/2019).

Untuk bisa menyejajarkan diri, kaum perempuan harus memiliki kemampuan. Terutama kualitas pengetahuan, wawasan, dan karakter kepribadian. Oleh karena itu, menurut pegawai teladan bidang kesehatan 2015 itu, kaum perempuan harus belajar. Baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Termasuk rajin membaca buku dan mengikuti berbagai kegiatan organisasi yang dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan.

Terpisah, kepiawaian perempuan tak kalah dengan pria dapat dilihat di antaranya di sosok Eni Nuraeni Sumartoyo, pelatih lari jarak pendek Indonesia. Eni dinilai sukses membentuk atlet potensial. Tidak hanya membawa tim estafet pria meraih perak Asian Games 2018. Dia juga sukses membawa Lalu Muhammad Zohri sebagai juara dunia junior. Belum lama ini, Eni menyabet gelar sebagai Pelatih Terbaik Asia 2019 yang diberikan Asosiasi Atletik Asia.

Kemampuan Eni sebagai pelatih atletik tak perlu diragukan. Nenek 7 cucu dari 3 anak ini sudah menjadi atlet sejak 1985 atau 34 tahun yang lalu. Eni merupakan mantan perenang nasional dan pernah memperkuat tim Indonesia di Asian Games 1962 dan Ganefo 1964.
Eni yang kini berusia 72 tahun terjun atletik mengikuti jejak suami, Sumartoyo Martodihardjo yang sudah lama terlibat di atletik. Dia kemudian mengambil kursus kepelatihan IAAF hingga level 2.

Dia kemudian dipercaya menjadi pelatih atlet atlet sprint pria, termasuk pemegang rekornas 100 meter Suryo Agung Wibowo. Kemudian dia ditunjuk menangani semua atlet sprinter baik putra maupun putri. Eni bertekad meloloskan tim estafet pria Indonesia ke Olimpiade 2020 Tokyo Jepang. "Itu harapan saya,’’ ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima media di Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Seperti diketahui, hari ini (21/4/2019) diperingati sebagai Hari Kartini. Peringatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada tanggal tersebut. Semangat dan perjuangan Kartini diusung, terutama oleh para perempuan Indonesia. Dia disebut sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Tak heran, jika Kartini dinobatkan sebagai salah satu pahlawan nasional.

Kartini bernama lengkap Raden Ajeng (RA) Kartini. Lahir di Jepara pada 21 April 1879. Ayahnya, R.M. Sosroningrat. Ibunya, M.A. Ngasirah. Dari jalur ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Saat Kartini lahir, ayahnya menjabat sebagai bupati Jepara. Dari garis keturunan, Kartini berasal dari kalangan priyayi. Kelas bangsawan di Jawa.

Hingga usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan sekolah di Europese Lagere School (ELS). Di sekolah tersebut Kartini di antaranya belajar bahasa Belanda. Sayang, setelah usia 12 tahun, dia harus tinggal di rumah. Alasannya, sudah bisa dipingit. Meski di rumah, tidak menyurutkannya belajar. Dia belajar sendiri. Menulis surat kepada teman-teman, korespondensi, yang berasal dari Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini dijodohkan dengan Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Kartini menikah pada 12 November 1903. Dari pernikahannya, dikaruniai anak bernama, Soesalit Djojoadhiningrat. Ario sepertinya mengerti keinginan Kartini. Dia didukung mendirikan sekolah perempuan di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang. Pada 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Bulu, Rembang, Jawa Tengah.

Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia. Antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini. Lagu tersebut menggambarkan inti perjuangan perempuan untuk merdeka. Lagu tersebut sangat populer, terutama di kalangan pelajar dan hingga kini selalu dikumadangkan, khususnya pada peringatan Hari Kartini, seperti hari ini (21/4/2019). Selamat Hari Kartini. (ant/zul)

 

 

Berita Terkait

Lifestyle / Ini Loh, Cara Dian Sastrowardoyo Rayakan Hari Kartini

Nasional / Saatnya Mengisi yang Sudah Diperjuangkan Kartini

Nasional / Saatnya Mengisi yang Sudah Diperjuangkan Kartini

Nasional / Saatnya Mengisi yang Sudah Diperjuangkan Kartini

Nasional / Tidak Pernah Melupakan Kodrat

Nasional / Tidak Pernah Melupakan Kodrat


Baca Juga !.