Internasional

Gereja dan Hotel di Sri Lanka Dibom

Redaktur: Achmad Sukarno
Gereja dan Hotel di Sri Lanka Dibom - Internasional

Pastor berjalan memasuki salah satu gereja yang terkena ledakan bom di Kolombo, Sri Lanka, Minggu (21/4/2019). Ratusan orang tewas dan terluka akibat ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah. ANTARA FOTO/REUTERS/Dinuka Liyanawatte/pras.

indopos.co.id – Gereja dan hotel di Sri Lanka dibom. Tercatat 138 orang tewas dan 400 orang cedera setelah terjadi ledakan pada Hari Paskah di tiga gereja dan tiga hotel mewah.

Dari informasi pejabat-pejabat rumah sakit dan sumber-sumber kepolisian Tiga hotel yang diserang ialah Shangri-La Colombo, Kingsbury Hotel dan Cinnamon Grand Colombo.

Belum jelas apakah ada korban di hotel-hotel tersebut. Sembilan warga negara asing termasuk di antara mereka yang meninggal dalam serangan-serangan tersebut, kata para pejabat itu.

Sejauh ini belum ada pihak mengaku bertanggungjawab atas serangan-serangan tersebut di sebuah negara yang dilanda perang selama beberapa dekade dengan para pemberontak Tamil hingga tahun 2009. Selama perang itu ledakan-ledakan bom terjadi di Kolombo, ibu kota Sri Lanka.

Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe menyerukan sidang dewan keamanan nasional di kediamannya Minggu siang.

"Saya mengutuk keras serangan-serangan pengecut itu atas rakyat kami hari ini. Saya imbau rakyat Sri Lanka tetap bersatu dan kuat selama masa tragis ini," kata dia dalam cuitannya di Twitter.

"Mohon hindari untuk menyiarkan laporan-laporan dan spekulasi yang belum terverifikasi. Pemerintah sedang mengambil langkah-langkah untuk mengatasi situasi,”sambungnya.

Tahun lalu, telah terjadi 86 insiden yang sudah terverifikasi, ancaman-ancaman dan kekerasan terhadap umat Kristen, menurut the National Christian Evangelical Alliance of Sri Lanka (NCEASL), yang mewakili lebih 200 gereja dan organisasi Kristen.

Tahun ini NCEASL mencatat 26 insiden serupa, termasuk satu insiden yang dilakukan kelompok lain untuk mengganggu misa Minggu, dengan satu lagi dilaporkan pada 25 Maret.

Dari total 22 juta penduduk Sri Lanka, 70 persen di antaranya pemeluk agama Budha; 12,6 persen Hindu; 9,7 persen Muslim; dan 7,6 persen Kristen; menurut sensus penduduk di negara itu tahun 2012. (ant)

 

 

 
 
 

Berita Terkait

Megapolitan / Bom Aktif Ditemukan di Toko Seluler di Bekasi

Internasional / Dalangnya Teroris Asing

Internasional / Sri Lanka Darurat Nasional

Indotainment / Berada di Sri Lanka, Shanty Paredes Lolos dari Teror Bom

Headline / Bertambah, Ini Jumlah Korban Tewas Akibat Bom Sri Lanka

Headline / Bertambah, Ini Jumlah Korban Tewas Akibat Bom Sri Lanka


Baca Juga !.