Habis Kampanye, APK Jadi Sampah, Yang Masih Baik Didaur Ulang

indopos.co.id – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah usai. Sehingga, seluruh aktivitas kampanye peserta pemilu pun berhenti. Namun, pesta demokasi ini meninggalkan sampah yang berasal dari atribut kampanye seperti spanduk, baliho, poster, bendera partai politik, hingga stiker.

Sebagai ibu kota, Jakarta menjadi pusat keramaian pesta demokrasi ketimbang daerah lain di Indonesia. Nyaris di sepanjang jalan terdapat semua jenis alat peraga kampanye. Bahkan saking banyaknya bisa membuat bingung dan pusing bagi siapapun yang melihatnya. Keberadaan alat kampanye yang tumpah ruah itu pun membuat ruang publik menjadi timbunan sampah visual.

Baca Juga :

Bawaslu Evaluasi Hasil Pemilu 2019

Setelah Pemilu 2019 selesai. Terbukti, Bawaslu bekerja sama sama dengan pemerintah kota, Satpol PP, TNI serta Polri sibuk membersihkan jutaan alat peraga kampanye (APK) yang terpasang tak beraturan.

Berkaca dari pemilu-pemilu sebelumnya, seringkali bekas alat peraga kampanye pada akhirnya dibuang, jadi tumpukan sampah, atau dimusnahkan dengan dibakar.

Padahal ada pilihan untuk memanfaatkan kembali sampai atribut kampanye itu, bisa didaur ulang atau bahkan dijual. Ide mendaur ulang sampah APK diterapkan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara. Sebagian limbah APK yang terkumpul akan didaur ulang menjadi kerajinan kreativitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Wali Kota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau mengatakan, limbah APK yang masih dalam kategori baik akan dimanfaatkan untuk kerajinan kreatifitas. Hal itu dilakukan guna meminimalisir pembuangan limbah APK ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. ”Sebagian APK yang masih dalam kondisi baik akan dimanfaatkan untuk daur ulang. Tapi yang sudah tidak baik akan kita buang ke TPA Bantar Gebang,” tandas Syamsuddin, Minggu (21/4/2019).

Baca Juga :

Syamsuddin menambahkan, salah satu yang akan mendaur ulang limbah APK di antaranya oleh Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK). Kendati demikian, pemanfaatan limbah APK ini boleh dilakukan siapa saja yang mau mendaur ulang. “Infonya tadi PKK mau mendaur ulang limbah APK ini. Saya pikir ini bagus untuk meminimalisir sampah ke TPA,” katanya.

Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat (PSM) dan Penataan Hukum (PH) Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Yudi Sumarsono menambahkan, sebagian sampah APK akan didaur ulang menjadi tas.

Sampah APK tersebut merupakan hasil penertiban atau pencopotan saat hari tenang menjelang Pemilu 2019. Namun, hingga saat ini rencana mendaur ulang APK masih belum terealisasi. Sebab, pihaknya belum mendapatkan tenaga penjahit. “Coba akan kita buat tas, saat ini kita sedang mencari penjahitnya. Barang-barang (APK) sudah ada di Kantor Sudis Lingkungan Hidup,” harapnya.

Yudi melanjutkan, tidak semua APK yang ada di kantor Sudis Lingkungan Hidup akan didaur ulang. Sebab, APK dari penertiban memiliki ukuran berbeda serta ada yang sudah rusak. Untuk itu, pihaknya memilah sampah APK yang nantinya bisa didaur ulang menjadi kerajinan. Butuh waktu tiga hari untuk memilah ratusan sampah APK.

“Nanti kita pilah mana yang bisa dibuat tas, kan nggak semua APK dalam bentuk baik. Tapi kita akan tetap maksimalkan supaya bisa dipakai,” bebernya.

Yudi melanjutkan, pihaknya hanya akan mendaur ulang sampah APK menjadi tas. Sebab, dia menilai pola untuk membuat tas merupakan yang paling mudah. Nantinya, tas yang sudah jadi dan terkumpul akan dibagikan kepada masyarakat saat menggelar kegiatan sosialisasi.

“Kalau kami rencana akan kita bagi-bagi saat ada kegiatan sosialisasi. Misal ada sosialisasi masalah pengurangan sampah di sekolah itu kami kasih pertanyaan nanti kita kasih tas. Kami sering sosialisasi seperti itu. Kalau kita bagikan sekaligus pasti langsung habis, ” tandasnya.

Dia pun berharap ada masyarakat yang bersedia untuk membuat kerajinan ini. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan bank sampah Karya Peduli. Dari informasi yang didapat, bank sampah tersebut bisa membuat tas dari daur ulang. “Kalau kita (Sudis LH) kan ngga mungkin membuat. Tapi saya akan menanyakan ke teman-teman kantor mungkin ada dan bisa membuat tasnya. Tapi belum ketemu, karena perlu mesin jahit dan mesinnya juga tidak biasa,” katanya.

Alasan Pemkot Jakarta Utara memilih mendaur ulang sampah APK, lantaran selama ini sampah paling banyak berasal dari sana. Yudi mencontohkan, sampah anorganik terdaur ulang menjadi tanah atau barang yang bisa kembali ke tanah lagi itu membutuhkan waktu ratusan tahun. “Plastik kresek sudah menjadi masalah ibu kota. Bahkan, saat ini Indonesia menjadi penyumbang sampah terbesar nomor tiga di dunia,” bebernya.

Kepala Seksi Penyidikan Pegawai Negeri Sipil dan Penindakan Satpol PP Jakarta Utara, Budi Salamun mengatakan, data yang didapat dari penertiban APK pihaknya menurunkan sebanyak 30.299 APK.

Dia merinci berapa banyak APK yang nantinya akan digunakan untuk bahan dasar kerajinan tangan itu. Untuk gelombang pertama, dia merinci petugas menurunkan sebanyak 695 lembar bendera, 623 lembar spanduk, 104 lembar baliho, 183 lembar umbul-umbul, 384 lembar tempelan, 990 lembar kepingan, 579 lembar banner.

Penurunan APK masih terus dilakukan antara lain oleh petugas gabungan, baik Satpol PP, Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), dan TNI-Polri. APK diturunkan di semua berlokasi, baik di ruas jalan protokol dan jalan lingkungan, yang berada di lingkungan perumahan warga.

“Masyarakat bisa memberitahu petugas jika terdapat lokasi yang masih terdapat APK. Nanti petugas kami yang menurunkannya, bersama perwakilan kader parpol (partai politik) di wilayah,” tukasnya.

Sedangkan gelombang kedua, tercatat 6.562 lembar bendera, 3.672 lembar spanduk, 483 lembar baliho, 298 lembar umbul-umbul, 1.068 lembar tempelan, 6.078 lembar kepingan, 8.576 lembar banner, dan empat lembar billboard.

“Dalam dua gelombang ini yakni 7.257 lembar bendera, 4.295 lembar spanduk, 587 lembar baliho, 481 lembar umbul-umbul, 1.452 lembar tempelan, 7.068 lembar kepingan, 9.155 lembar banner, dan empat billboard. Totalnya 30.299 lembar APK,” terangnya. (ibl)


loading...

Komentar telah ditutup.