Nasional

Perjuangan Belum Usai

Redaktur: Riznal Faisal
Perjuangan Belum Usai - Nasional

KAWAL KETAT - Pekerja memasukkan data ke Sistem Informasi Penghitungan (Situng) DKI Jakarta di Hotel Merlyn Park, Jakarta, Minggu (21/4). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj

indopos.co.id - Partai Perindo, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan Berkarya masih optimistis. Hasil quick count sejumlah lembaga survei yang menempatkan ketiga partai itu tidak lolos parliamentary threshold (ambang batas lolos ke palemen) sebesar empat persen, tak membuat patah arang. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perindo Ahmad Rofiq menyebutkan akan terus mengawal dan mengamankan hasil perolehan suara partai dan para Caleg di semua tingkatan DPR RI dan DPRD.

"Saat ini kami berjibaku mengamankan suara partai maupun suara Caleg Partai Perindo di seluruh TPS. Kami optimistis memenuhi parliamentary threshold empat persen," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (21/4/2019).

Dia menyebutkan, Perindo tidak terpengaruh hasil hitung cepat (quick count) yang sudah beredar sejak 17 April lalu sesaat setelah penutupan TPS-TPS.

"Perindo tetap merujuk penghitungan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu. Kami yakin dan juga meminta KPU bekerja keras, profesional dan memiliki integritas tinggi dalam melakukan penghitungan suara," ujar Rofiq.

Ketua Bidang Media dan Komunikasi Massa DPP Partai Perindo, Arya Mahendra Sinulingga, bahkan meminta media massa tidak memancing spekulasi yang dapat mempengaruhi persepsi publik dan psikologi Caleg, Timses, kader maupun simpatisan partai.

"Media massa mempunyai peran sangat strategis dalam edukasi dan informasi terkait Pemilu 2019 kepada masyarakat. Untuk itu, rekan-rekan media diharapkan senantiasa memaksimalkan peran positif dalam menciptakan dan menjaga situasi sejuk dengan menyampaikan informasi yang jernih, kredibel, berimbang, dan tidak spekulatif," kata Arya.

Arya juga berharap seluruh pengurus, Caleg, saksi, kader dan simpatisan Partai Perindo tidak terpengaruh segala hal yang kontraproduktif. "Perjuangan kita belum selesai. Tetaplah fokus untuk pemilih kita masing-masing dan untuk Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Kader Anggota dan Saksi DPP Partai Perindo, Armyn Gultom menyayangkan, adanya beberapa kecurangan yang diduga terjadi dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

Menurutnya, kecurangan yang terjadi di Pemilu merupakan bentuk masih belum dewasanya masyarakat Indonesia dalam berpolitik. "Kecurangan pemilu itu memang salah satu belum dewasanya para caleg, masyarakat kita dalam berpolitik. Sehingga tidak yakin dengan kemampuan dirinya lalu mengharapkan segala tujuan," tuturnya kemarin.

Selain itu, lanjutnya, kecurangan yang ada di Pemilu juga dianggapnya sangat menodai proses demokrasi. Apalagi, hal ini merupakan pesta lima tahunan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya kira sangat menodai proses demokrasi yang sedang kita bangun, karena ketika mereka di DPR atau DPRD, ketika ada proses kecurangan, apa yang dilakukan selama lima tahun itu produknya tidak akan berguna bagi bangsa karena porses tidak benar," imbuhnya.

Dia juga menyayangkan beberapa apartur negara yang ditenggarai terlibat dalam memenangkan salah satu calon.  "Paling ironis para aparat negara, bupati, camat dan Kades atau ASN ditenggarai ikut bermain dalam proses ini untuk memilih Caleg terentu,” kata dia.

Sebab itu, Caleg DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut II itu berharap agar terdapat pemungutan suara ulang di beberapa daerah yang terindikasi adanya kecurangan.

"Saya minta melalui media ini supaya melakukan pengawasan ketat ketika ada pelanggaran. Terhadap pelanggaran secara masif dan terstruktur saya minta dilakukan penghitungan ulang atau Pemilu ulang di daerah tersebut," ucap dia.

"Keadilan bagi semuanya dan tidak saja saya mengajak kepada seluruh parpol untuk membangun dan keyakinan bersama untuk medobrak kecurangan ini. Kalau seperti ini dilakukan terus-menerus maka ini akan menjadi keprihatinan kita,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang juga menyatakan perjuangan belum berakhir. Mereka tidak hanya mengandalkan saksi untuk mengawal proses pemungutan suara di TPS, tetapi juga mengoptimalkan calon legislatifnya. Oleh sebab itu tidak percaya hitung cepat. 

"Caleg dan pengurus di Dapil-nya diminta mengawal suara dari TPS hingga rapat pleno di kecamatan," ujarnya saat dihubungi, Minggu (21/4/2019).

Saksi dan Caleg partai mulai dari tingkat DPR hingga DPRD kabupaten/kota, sambung Badaruddin, juga bertugas melaporkan hasil pemungutan suara di TPS ke pusat data partai melalui aplikasi. 

Menurut Badaruddin, ada beberapa aplikasi yang digunakan untuk menjadi medium melaporkan hasil pemungutan suara di TPS oleh saksi dan Caleg. Namun, ia enggan menyebutkan apa saja aplikasi yang digunakan tersebut. 

"Aplikasi ada beberapa, ada yang umum, ada yang spesifik per dapil. Tapi, maaf belum bisa dipublikasikan ya namanya, rahasia dapur," pungkasnya.

Pendapat senada dilontarkan Sekretaris Jenderal PKPI, Verry Surya Hendrawan. Dia mengatakan, harus percaya para saksi yang disebarnya keseluruh TPS ketimbang hasil quick count. "Tunggu saja hasil penghitungan dari KPU. Kita akan cocokkan dengan hasil hitungan internal dari dapat para saksi," tutupnya. (aen)

 

Berita Terkait

Megapolitan / Loh, Caleg Gerindra Kehilangan Suara

Politik / Kuasai Mayoritas Kursi Parlemen

Politik / Persepi Bukan Lembaga Resmi Negara, BPN Enggan Ladeni

Politik / Kalau Tidak Bias, Sampel 4 Ribu Dapat Mewakili 800 Ribu TPS

Politik / Dituduh Bohong, Lembaga Survei Baper


Baca Juga !.