Nasional

Terbesar di Asia Tenggara, Hadirkan Wisata Pertanian Modern

Redaktur: Riznal Faisal
Terbesar di Asia Tenggara, Hadirkan Wisata Pertanian Modern - Nasional

SEJARAH PANJANG – Mentan Amran Sulaiman berpose dengan sepeda onthel dengan latar belakangan lukisan suasana pedesaan di Museum Pertanian di Bogor, Jawa Barat, Senin (22/4/2019). Foto: Dok/INDOPOS

indopos.co.id - Kementerian Pertanian (Kementan) akhirnya meresmikan Museum Pertanian pertama di Indonesia. Museum pertanian terbesar se-Asia Tenggara tersebut akan menjadi wisata edukasi pertanian modern bagi masyarakat perkotaan.

"Konsep yang ditawarkan dari museum ini adalah mengaitkan sejarah pertanian dan peradaban di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Sesuai dengan temanya “Connecting The Past To The Future,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meresmikan Museum Pertanian di Jalan Djuanda, Kota Bogor, Senin (22/4/2019).

Museum itu untuk menawarkan konsep wisata edukasi bertema perkembangan pertanian di tanah air. Menyampaikan informasi sejarah perjuangan dan perkembangan pertanian bangsa dari masa lalu hingga masa sekarang serta ilustrasinya pada masa yang akan datang. Sehingga masyarakat mengetahui perjalanan pertanian yang dilakukan pemerintah sampai saat ini.

Amran menyebutkan, dihadirkannya Museum Pertanian ini untuk meningkatkan minat dan kepedulian masyarakat, khususnya para generasi milenial terhadap pertanian. Museum ini, juga mampu menghadirkan metode pembelajaran sejarah baru yang tidak menjemukan. Sehingga para generasi muda tertarik untuk memahami sejarah pertanian bangsa Indonesia. 

Tak hanya itu. Menurut Amran, kehadiran museum ini juga bertujuan mengubah stigma masyarakat, khususnya kaum milenial, terhadap sektor pertanian yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. Dengan demikian, kaum milenial yang berkunjung ke museum ini termotivasi dan mempunyai optimisme bahwa Indonesia kelak menjadi lumbung pangan dunia pada 2045 dengan sumber daya dimiliki.

"Kami ingin tunjukkan generasi milenal, bagaimana supaya mereka tertarik pada sektor pertanian. Mentransformasi dari pertanian tradisional menjadi modern itu mutlak tidak bisa dielakkan. Jadi nanti orang atau milenial ini ketika keluar dari museum, bisa membayangkan masa lalu dan ada optimisme mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," paparnya.

Arman pun berharap masyarakat dari sejumlah daerah untuk dapat memanfaatkan Museum Pertanian sebagai destinasi wisata edukasi yang dapat dikunjungi. Bahkan, para mahasiswa pun dapat menimba ilmu pertania  di museum tersebut. Mengingat, kajian ilmu pertanian Indonesia telah dilakukan sejumlah negara seperti Tiongkok, Jepang dan Uni Eropa.

"Sudah banyak mahasiswa luar negeri datang untuk meneliti perkembangan pertanian Indonesia. Jadi ini bisa menjadi tempat mahasiswa jurusan pertanian mendapatkan teori pertanian yang tak ada di kampus. Ini museum pertanian terbesar se-Asia Tenggara yang ada di tanah air," imbuhnya.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro menuturkan, terbesarnya museum pertanian Indonesia di Asia Tenggara ini karena adanya dua bangunan yang dipugar untuk menempatkan koleksi sejarah perkembangan pertanian. Koleksi tersebut pun sangat lengkap dengan keterangan alat tersebut menggunakan sistem digital pada empat galeri.

"Jadi semua masyarakat patut bangga dengan keberadaan museum ini. Semua alat dan data pertanian bangsa ini sangat lengkap. Makanya ada dua bangunan yang dipergunakan untuk menempatkan semua itu," tuturnya.

Menurut Iwantoro, di gedung pertama ditempatkan tiga galeri. Yakni, lantai pertama merupakan galeri komoditas pangan di Indonesia diilustrasikan dalam bentuk diorama pengolahan lahan sawah, rumah petani. Di lantai dua, terdapat ratusan replika alat pertanian sejak Indonesia merdeka. Dan lantai tiga berisi replika peralatan tani Indonesia yang digunakan saat ini dan masa mendatang.

Di lantai 3 juga terdapat galeri Pertanian Masa Depan dan Lumbung Pangan Dunia 2045 dengan penggunaan teknologi canggih seperti drone, market smart farming hingga traktor tanpa awak yang menggunakan sistem GPS berbasis Real Time Kinematika juga dapat pengunjung temukan di galeri ini. 

"Di gedung D ada galeri peternakan yang menggunakan visualisasi seperti video yang diputar mirip bioskop. Di lantai 4 gedung D ini kami sediakan rooftop dengan menampilkan pertanian hidroponik. Jadi tidak akan bosan pengunjung datang, dan menambah wawasan pertanian mereka juga," pungkasnya. (cok)

 

TAGS

Berita Terkait


Baca Juga !.