Megapolitan

Pemasaran Produk Butuh Perhatian

Redaktur:
Pemasaran Produk Butuh Perhatian - Megapolitan

Abdurrahman Suhaimi. Foto: Dok/INDOPOS

indopos.co.id - Pemasaran produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jakarta perlu terus digencarkan. Komisi B DPRD DKI pun meminta pemerintah provinsi meningkatkan dengan memanfaatkan tehnologi digital untuk memasarkan produk IKM.

Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdurrahman Suhaimi mengatakan, di era digital saat ini, setiap SKPD harus mengarahkan pelaku IKM untuk dapat memanfaatkan pemasaran secara online.

Dia mencontohkan Dinas Perindustrian dan Energi yang memberikan pelatihan industri kreatif e-Smart kepada pelaku IKM binaannya. ”Pelaku IKM harus diajarkan strategi pemasaran dan promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi agar mereka dapat go online dan siap memasuki era Industri 4.0,” ujarnya, Senin (22/4/2019).

Dia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital sangat mendukung keberhasilan promosi produk dengan mudah, cepat dan murah. ”Dengan sifatnya yang global, real time dan praktis, membuat kegiatan promosi usaha akan lebih maksimal,” jelasnya.

Salah satu produk IKM yang perlu diperhatikan adalah bir pletok, minuman khas Betawi dengan kandungan rempah. Karena, potensi usaha ini cukup menjanjikan. Seperti yang dirasakan Ika Hartika, 51, salah satu pelaku IKM binaan yang memproduksi bir pletok.

Ika mengaku mendapatkan resep cara membuat bir pletok secara turun temurun dari keluarganya. Ia pun memberanikan diri mengemas dan memasarkan bir pletok untuk dijual sejak 2007.

Di pasaran, produk yang dihasilkan Ika diberi nama Bir Pletok Cipedak Lestari. Adapun kegunaan minuman khas Betawi ini bisa untuk mengatasi masuk angin, mual, perut kembung dan lain sebagainya.

Ika mengaku sempat bingung memasarkan usaha bir pletok miliknya. Namun dengan binaan dari UP Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, omzet usaha yang dirintisnya itu mulai membuahkan hasil. ”Dulu omzetnya hanya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan. Tapi setelah menjadi pedagang binaan omzetnya mencapai Rp 4-5 juta per bulan,” ungkapnya.

Ika menjual bir pletok dengan tiga kemasan, yaitu 600 mililiter dijual Rp 25 ribu, kemasan 500 mililiter Rp 22 ribu, dan kemasan 300 mililiter dijual Rp 10 ribu. ”Untuk botol plastik kalau belum dibuka bisa tahan 40 hari, sementara botol kaca bisa tiga bulan. Kalau botol sudah dibuka bisa tahan seminggu,” tandasnya. (wok)

Berita Terkait


Baca Juga !.