Megapolitan

Belum Miliki Gedung, Tiga SMPN Numpang Ujian

Redaktur:
Belum Miliki Gedung, Tiga SMPN Numpang Ujian - Megapolitan

UNBK-Pelaksanaan ujian berbasis komputer di SMPN 11 Bekasi Timur, Senin (22/4/2019). Foto: Deny Iskandar/INDOPOS

indopos.co.id - Meski seluruh siswa SMP negeri di Kota Bekasi mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), tapi masih ada tiga sekolah negeri di daerah itu ujian menumpang. Tiga SMP negeri yang menumpang UNBK lantaran belum memiliki gedung sekolah sendiri.

Alhasil, puluhan siswa tiga SMP negeri itu menumpang di sekolah lain selama UNBK yang gelar Senin (22/4/2019) hingga Kamis (25/4/2019) tersebut. ”Memang, ada tiga sekolah yang menumpang ujian berbasis komputer. Karena tiga SMP negeri itu masih baru dan statusnya belum bisa menggelar ujian sendiri,” terang Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Bekasi, Inayatullah, Senin (22/4/2019).

Pejabat yang akrab disapa Inay itu juga menambahkan, tiga sekolah itu adalah SMPN 47 di Kecamatan Jatisampurna, SMPN 48 di Kecamatan Mustikajaya, dan SMPN 49 di Kecamatan Medan Satria. Ketiga sekolah itu memang dibentuk tiga tahun lalu. Saat ini, akreditasi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih memberikan status D untuk ketiga sekolah tersebut. ”Jadi, tiga sekolah itu masih menginduk ke SMP negeri terdekat,” katanya.

Inay juga mengatakan, seluruh siswa SMP negeri yang ikut UNBK jumlahnya mencapai 31.451 orang. ”Tidak ada ujian manual atau UNKP. Pantauan saya, seluruh siswa sekolah swasta dan negeri tidak menemui hambatan dalam pelaksanaan UNBK,” ucapnya.

Dijelaskan Inay lagi, untuk sekolah berakreditasi A dan B bisa menggelar UNBK dan bisa ditumpangi sekolah lain. Sedangkan SMP dengan akreditas C bisa menyelenggarakan UNBK tapi tidak bisa ditumpangi sekolah lain.

”Sedangkan sekolah dengan akreditas D sama sekali tidak bisa menyelenggarakan UNKB. Sekolah tersebut harus ikut dengan sekolah induk atau sekolah negeri yang terdekat,” kata Inay.

Lebih jauh dijelaskan Inay, pelaksanaan ujian nasional juga bersamaan dengan siswa SD ujian. Jumlah siswa SD yang mengikuti ujian mencapai 41 ribu siswa. ”Ujian tahun ini memang berbarengan antara SD dan SMP, sudah sesuai dengan jadwal yang ditetapkan,” jelasnya.

Hanya saja, kata Inay, untuk siswa SD tidak mengikuti UUNBK tapi menggunakan ujian manual berbasis kertas dan pensil. ”Alhamdulilah pelaksanaan ujian SD dan SMP tidak menemukan hambatan di hari pertama,” tambahnya.

Perlu diketahui, pelaksanaan UNBK tingkat SMP di Kota Bekasi diikuti 49 SMP negeri, 221 SMP swasta dan lima SMP terbuka. Sedangkan, untuk ujian nasional SD diikuti sebanyak 370 sekolah.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan dari LSM Sapulidi Kobul Imam mengatakan tiga sekolah yang masih UNBK menumpang memang belum memiliki gedung sekolah sendiri. Seluruh siswa tiga SMP baru itu selama ini menumpang belajar di sekolah dasar terdekat. ”Jadi, mereka sampai sekarang belajar masih numpang,” katanya.

Dia memaparkan, belum adanya gedung tiga SMP negeri baru karena kondisi keuangan Pemkot Bekasi. ”Kalau bangunan fisik SMP negeri baru bisa dibantu Pemprov Jawa Barat ataupun Kementerian Pendidikan. Nah, yang jadi persoalan pengadaan lahannya. Harga tanah di Kota Bekasi sekarang tinggi,” ucapnya. (dny)

Berita Terkait

Megapolitan / 107 Sekolah Kekurangan Komputer, UNBK SMP Dilakukan hingga Petang


Baca Juga !.