Petugas Pemilu Meninggal Dunia, Demokrat: Negara Tak Boleh Abai

indopos.co.id – Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan, negara harus bertanggung jawab atas meninggalnya puluhan petugas selama penyelenggaraan Pemilu 2019. “Negara tidak boleh abai, karena negara wajib bertanggung jawab atas hal ini,” kata dia di kantor KPU, di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Pada Pemilu 2019, sebanyak 91 petugas KPPS/PPS di 19 provinsi meregang nyawa karena kelelahan. Jumlah itu masih harus ditambah dengan polisi-polisi yang juga kehilangan nyawa dalam tugas mengamankan Pemilu 2019. Selain mereka, juga ada lebih dari 370 petugas KPPS/PPS yang dirawat di rumah sakit, dan yang bunuh diri ataupun mencoba bunuh diri.

Petugas di lebih dari 800.000 TPS dan tingkat di atasnya harus bekerja jauh lebih berat kali ini. Sebab, Pemilu 2019 berjalan dengan cara dan mekanisme yang lebih rumit ketimbang sebelumnya. Mereka bekerja lebih dari 24 jam secara terus-menerus pada hari pencoblosan. Termasuk saat penghitungan suara dan rekapitulasi penghitungan hingga berhari-hari kemudian.

Menurut Panjaitan, kebanyakan orang lupa bahwa para penyelenggara Pemilu di lapangan lebih bekerja keras jika dibandingkan mereka yang berkampanye saat pemilu. “KPU dan negara harus bertanggung jawab mencarikan jalan keluar termasuk asuransi dan santunan bagi pahlawan demokrasi,” kata dia. (ant)

Komentar telah ditutup.