All Sport

F1 Azerbaijan, Ferrari Akan Bawa Paket Pertama Pengembangan SF90

Redaktur: Heryanto
F1 Azerbaijan, Ferrari Akan Bawa Paket Pertama Pengembangan SF90 - All Sport

Mobil balap F1 SF90 Ferrari. Foto: internet

indopos.co.id - Ferrari akan membawa update pengembangan mobil SF90 pada balapan Grand Prix Formula One (GP F1) Azerbaijan di Sirkuit Baku, akhir pekan nanti.

Ketua Tim Ferrari Mattia Binotto mengatakan, Tim Mercedes yang menjadi rival sukses pada tiga balapan awal musim dengan mencetak hattrick finis 1-2 yang merupakan catatan mengesankan dalam 27 tahun terakhir. Sedangkan Ferrari hanya dua kali finis tempat ketiga.

“Kami akan membawa sejumlah update ke Baku, sebagai langkah pertama pengembangan dari mobil balap SF90,” kata Binotto, dilansir laman Formula 1, Selasa (23/4/2019).

Tim bermarkas di Italia itu tertinggal 57 poin dari Mercedes di puncak klasemen konstruktor dengan 18 balapan tersisa musim ini. “Melihat ke belakang, tiga balapan lalu tidak sesuai yang kami inginkan, tapi GP kali ini adalah salah satu momen penting lainnya bagi kami,” kata Binotto.

Pihaknya telah menyiapkannya dengan sangat baik, menganalisis data yang mereka dapatkan hingga sekarang. “Lalu melihat area di mana kami bisa melakukan perbaikan dan melanjutkan adaptasi setup mobil dan manajemen power unit untuk menyesuaikan karakteristik trek,” imbuhnya.

Sirkuit Baku memiliki lintasan lurus sepanjang kurang lebih 2,1 kilometer yang akan menuntut tenaga mesin, baik komponen pengapian dalam maupun komponen hybrid.

Baku, yang merupakan sirkuit dengan tingkat efisiensi sangat tinggi, dipandang cocok dengan karakter mobil Ferrari yang memiliki tingkat drag yang lebih rendah dari Mercedes.

Selain itu, ban juga mengambil peranan vital dalam balapan musim ini, karena Ferrari sejauh ini kesulitan mencapai performa optimal ban di Australia dan China. Binotto mengaku Baku akan memberikan tantangan lain penggunaan ban bagi Ferrari.

"Permukaan treknya sangat lembut, yang mana tingkat keausan ban secara umum rendah, namun ketika ban menghasilkan lebih sedikit energi, akan sulit untuk mendapati mereka bekerja di rentang temperatur kerja yang tepat," kata Binotto. (ant)

 
 
 
 

 
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait


Baca Juga !.